Mensos Ingatkan Pegawai Kemensos Agar Amanah dan Berkinerja

Mensos dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Fungsional di lingkungan Kemensos.
Mensos dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Fungsional di lingkungan Kemensos.
Sumber :

VIVA – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meminta segenap pegawai di Kementerian Sosial untuk amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Mensos mengingatkan bahwa, dalam mengemban amanah, Aparatur Sipil Negara (ASN) telah bersumpah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya minta teman-teman amanah dalam menjalankan tugas. Ingat pada saat menduduki jabatan, kita semua sudah bersumpah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” katanya dalam sambutannya pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Fungsional di lingkungan Kementerian Sosial (24/12). Hadir dalam kesempatan tersebut, Pejabat Eselon 1, Staf Ahli Menteri Sosial, Staf Khusus Menteri Sosial dan Eselon II.

Mensos meminta para pegawai untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga integritas. Setiap hari, Mensos mendorong agar setiap pegawai mencatatkan kemajuan dalam bekerja. “Jangan sampai hari ini sama dengan hari kemarin. Karena itu sama saja dengan kesia-siaan,” katanya.

Mensos minta seluruh pegawai di lingkungan Kemensos untuk bisa mawas diri. Menurut dia, dalam diri manusia ada rasa tidak puas. Punya motor ingin mobil. Punya mobil ingin menambah mobil lagi. Mensos mengingatkan agar mereka menghindarkan dari sikap tidak puas diri.

Masih banyak saudara- saudara kita di luar sana yang tidak seberuntung kita. “Menjadi pegawai Kemensos sangat beruntung dan mulia. Sebab kita bisa membantu orang tidak mampu namun bukan dengan harta milik kita sendiri,” katanya.

Kepada para pegawai, Mensos memahami tidak mudah hidup di Ibu Kota negara dengan keterbatasan pendapatan sebagai ASN. Namun ia meminta, hal tersebut tidak menjadi kendala dalam menjalankan tugas. Justru sebaliknya, menjadi pemacu untuk berkinerja. Sebab, kondisi para pegawai masih jauh lebih baik.

Menurut dia, di luar banyak Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) seperti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), penyandang disabilitas, masyarakat pra-sejahtera, dan sebagainya. Mereka hidup tidak seberuntung para pegawai yang mendapatkan gaji dan fasilitas dari negara.