Pertamina Percepat Peningkatan Bauran Energi dengan Binary Unit

Direktur Operasi Pertamina GE Eko Agung Bramantyo, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia, Sub holding PNRE Dannif Danisaputro.
Sumber :

VIVA – Task Force Energy, Sustainable & Climate Business 20 (ESC B20) terus mendorong percepatan peningkatan bauran energi untuk menekan perubahan iklim, penggunaan energi bersih, dan penurunan emisi karbon. 

img_title Pertamina Akuisisi Hak Partisipasi Moeve di Cekungan Berkine Aljazair, Operasional Global Diperkuat

Untuk mendukung percepatan itu, Pertamina melalui subholding Pertamina New Renewable Energy menginisiasi peningkatan kapasitas terpasang panas bumi, melalui penerapan teknologi Binary dengan membangun Binary Unit untuk menghasilkan potensi tambahan kapasitas listrik hingga 25 MW. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nicke Widyawati Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menjelaskan Binary Unit merupakan fasilitas yang memanfaatkan brine (cairan / air panas bumi) yang diinjeksi kembali ke dalam perut bumi untuk menghasilkan listrik, sehingga dapat menambah kapasitas listrik yang dihasilkan.

img_title Cerita Perubahan dari Desa Binaan Pertamina:Energi Bersih, Ekonomi Tumbuh

“Ini adalah salah satu quick win untuk Indonesia meningkatkan bauran energi dari energi baru dan terbarukan. Karena pertama, dari sisi hulu pembangunan Binary Unit ini tidak memerlukan eksplorasi sumur baru, sehingga lebih cepat dan investasinya lebih rendah. Kedua, dari sisi konstruksi pembangunannya lebih cepat karena sistemnya modular, sehingga investasinya juga lebih efisien,” ucap Nicke.

Salah satu wilayah kerja panas bumi yang telah mengembangkan binary unit adalah  wilayah Lahendong yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). 

img_title Pertamina-Toyota Perkuat Kemitraan Strategis untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

PGE wilayah Lahendong telah memberikan kontribusi yang cukup besar di dalam suplai sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Utara, yakni sebesar 20% atau sekitar 120 MW dari 589 MW kapasitas terpasang daerah tersebut.

“Hal ini sudah melampaui rata-rata daerah lainnya karena secara umum porsi suplai energi baru dan terbarukan rata-rata 12% di dalam sistem kelistrikan,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pada Senin, 25 April 2022, di Kantor PGE area Lahendong, Tomohon, Sulawesi Utara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapasitas terpasang di area panas bumi PGE di Lahendong ini berasal dari enam Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah dioperasikan. Ke depan, PGE memiliki rencana pengembangan jangka panjang dengan menambah dua unit PLTP baru yang masing-masing memiliki estimasi kapasitas 20 MW.

Dengan investasi yang rendah, lanjut Nicke, maka biaya produksi listrik juga bisa lebih rendah. Semakin besar Binary Unit yang dioperasikan maka tambahan listrik akan semakin besar. Sehingga secara keseluruhan investasi bisa lebih murah. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut