Sekjen DPR Pastikan Kesiapan Penyelenggaraan P20

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar menunggu panggilan penyidik saat akan menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar menunggu panggilan penyidik saat akan menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

VIVA – DPR RI siap menyelenggarakan The 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) selama Rabu-Jumat tanggal 5-7 Oktober 2022 sesuai dengan rule yang telah digariskan oleh Inter-Parliamentary Union (IPU). Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengungkapkan, parlemen dunia akan membahas beberapa isu diantaranya Sustainable Development Goals (SDGs), isu lingkungan, isu gender, isu pangan, isu kesehatan serta isu demokrasi.

“Berbagai persidangan khususnya untuk bilateral sudah dimulai dari kemarin. Hari ini, beberapa negara sudah melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua DPR, Pimpinan DPR, dan Komisi-Komisi. Hari ini untuk bilateral masih berlangsung dan terus berlangsung sampai dengan besok. Tapi, kita juga fokus untuk Opening Parliamentary Speakers’ Summit besok akan dilakukan jam 14.00 oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Indra di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Selain itu, sambung Indra, DPR RI bersama seluruh Head of Delegation, sebelum penutupan P20 tanggal 7/10/2022 akan dilakukan penanaman pohon sebagai salah satu bentuk salah satu komitmen pembahasan energi terbarukan.

Indra mengungkapkan, pada kesempatan tersebut merupakan momen bagi DPR RI untuk mempresentasikan kepada delegasi-delegasi P20 bahwasanya kompleks parlemen ini sudah menerapkan energi baru terbarukan. Salah satunya, menyampaikan kepada para delegasi bahwasanya seluruh atap Gedung DPR RI saat ini sudah dipasang panel surya.

“Di tempat penanaman pohon, nantinya Taman Energi DPR RI akan terlihat oleh seluruh Head of Delegation. Terkait penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, sebenarnya uji cobanya sudah kita lakukan sekitar 5-6 bulan yang lalu. Uji cobanya telah kita lakukan, tapi besok itu hanya penegasan penegasan. Jadi, selama ini dari hasil pengukuran-pengukuran kami itu sekitar seperempat lebih tenaga listrik yang digunakan oleh DPR RI telah disuplai dari tenaga surya,” pungkas Indra.