Kementan Sosialisasikan UU Nomor 11 Tahun 2020

BPPSDMP melalui Pusat Penyuluhan Pertanian melakukan sosialisasi UU Nomor 11
Sumber :
  • Kementan

VIVA – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian melakukan sosialisasi Undang-undanng (UU) Nomor 11 tahun 2020.

img_title Bukan Cuma Rokok, Tembakau Punya Potensi Jadi Bahan Baku Obat, Kosmetik hingga Bioenergi

Kegiatan sosialiasi ini dilakukan melalui kegiatan Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) volume 34, Jumat (16/9) yang berlokasi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dramaga, Bogor, Provinsi Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa untuk mengoptimalkan perlindungan bagi setiap penyuluh pertanian dan pendamping program pertanian, perlu jaminan sosial ketenagakerjaan bagi penyuluh pertanian dan pendamping program pertanian.

img_title Isu Palestina Masuk Agenda Besar, Anak Muda Masjid Siapkan Acara Internasional Libatkan 38 Negara

Selanjutnya bahwa berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Presiden menginstruksikan Menteri Pertanian untuk mendorong tenaga penyuluh dan pendamping program pertanian menjadi peserta aktif dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyambut baik hadirnya UU Nomor 11 tahun 202. Ia berharap penyuluh pertanian terlindungi dengan adanya undang-undang ini.

img_title Ibas Dorong Generasi Muda Ponorogo Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

Menurut Dedi, UU Nomor 11 Tahun 2020 merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak, serta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Narasumber yang hadir pada agenda MSPP, yang dimoderatori Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah ini di antaranya Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Muhammad Firdaus, Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Sudi Mardianto, dan Biro Hukum Kementan, Novianta.

Muhammad Firdaus, mengatakan bahwa seringkali petani sulit melakukan pemasaran, penjualan dengan baik dan pemerintah daerah sudah seharusnya memfasilitasi hal itu maka aksi dari perlindungan dan pemberdayaan petani dari sisi pemasaran berjalan dengan baik.

Selanutnya, Sudi Mardianto mengatakan, diperlukannya aspek-aspek mendukung terutama dari pemerintah daerah itu sendiri,dan yang penting ketika proyek strategis dijalankan hal utama pemda harus mendukung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Novianto, menyatakan bahwa latar belakang  terciptanya UU Nomor 11 tahun 2022 tentang cipta kerja didasari untuk mengintegrasikan dan menyederhanakan regulasi, serta memudahakan untuk masalah perizinan usaha. 

Sebagai informasi mengutip pasal 4 bahwa Unit kerja Eselon I Kementerian Pertanian wajib mendaftarkan Penyuluh Pertanian, Pendamping Program Pertanian, dan pegawai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 menjadi Peserta aktif pada program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut