Dukung Kegiatan BPP, Kementan Minta Peran Kostratani Diimplementasikan

Kementan kunjungan kerja ke BPP Wanadadi dan BPP Rakit
Sumber :
  • Kementan

VIVA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong agar Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) mengimplementasikan fungsi dan peran Kostratani untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian.

img_title Cuaca Tak Menentu hingga Gangguan Hama, Industri Pertanian Hadapi Tekanan Produktivitas

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kostratani merupakan gerakan pembaharuan pertanian dimulai dari BPP. BPP merupkan institusi pertanian terdepan di lapangan tingkat kecamatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"BPP dalam mengawal program-program utama Kementan harus diperkuat, dengan fungsi dan peran Kostratani agar dapat berjalan dengan maksimal untuk mendukung kemajuan pertanian di tanah air," ujar Mentan Syahrul.

img_title Hadapi El Nino, 7.000 Petani Jagung Bersama Bayer Sukses Tingkatkan Panen hingga 15 Persen

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menambahkan, Kostratani diharapkan dapat membangun pertanian Indonesia ke arah yang lebih maju, mandiri, dan modern.

"Kondisi pertanian bagus dan baik ada di penyuluh pertanian, Penyuluh pertanian harus terus mendampingi petani sebagai fasilitator, motivator dan juga inovator," jelas Dedi.

img_title Inovasi Solusi Pemulihan Kesehatan Tanah Bawa Petrokimia Gresik ke Forum PBB di New York

Terpisah, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Bustanul Arifin Caya mengatakan, fungsi dan peren BPP sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

"Peran Konstratani agar dapat diimplementasikan sehingga mendukung kegiatan-kegiatan BPP dalam mengawal program pembangunan pertanian dan melayani kebutuhan informasi teknologi pertanian dengan maksimal," ujar Bustanul saat melakukan kunjungan kerja ke BPP Wanadadi dan BPP Rakit di Kabupaten Banjarnegara pada hari Rabu (28/12).

Kemudian Bustanul juga mendorong penyuluh pertanian agar melakukan pengawalan dan pendampingan kepada petani dalam pemanfaatan pupuk organik melalui kegiatan Sekolah Lapang Pupuk Organik.

"Hal ini dilakukan agar dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia untuk memperbaiki struktur tanah, dan mengantisipasi kelangkaan dan harga pupuk kimia," ucap Bustanul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bustanul mengatakan, peran penyuluh pertanian sebagai sebagai formulator, penyuluh pertanian harus dapat memformulasikan program di wilayah kerjanya, sebagai inovator, berwawasan agribisnis dan cara berbisnis.

"Penyuluh juga harus mampu mendesiminasikan hasil-hasil inovasi teknologi, materi informasi yang modern dan mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan dengan peneliti stakeholder lainnya di wilayah kerja masing-masing sehingga permasalahan di lapangan dapat di pecahkan dengan baik," kata Bustanul.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut