Kemenperin Dorong Transformasi Digital pada Industri Mamin

Kemenperin dorong transformasi digital mamin
Sumber :
  • Kemenperin

Saat ini sudah ada 10 perusahaan industri mamin yang telah mendapatkan sertifikasi industri hijau. Pemerintah terus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai sumber energi bersih seperti implementasi biodiesel berbasis sawit dan reseach & development pemanfaatan biomassa untuk energi berkelanjutan.

img_title Jangan Asal Beli, Ini Tips Memilih Keju Sesuai Kebutuhan

“Berbagai kebijakan telah digulirkan pemerintah untuk mendorong daya saing industri mamin melalui transformasi teknologi, oleh karena itu kami juga berharap dukungan dan kerjasama dari para pelaku industri di tanah air,” ucap Putu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam mendorong transformasi digital pada industri mamin, Kemenperin juga mendukung kemitraan strategis antara Schneider Electric™ dan Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI). Salah satu poin dalam kerjasama tersebut di antaranya memperkuat kemampuan SDM di industri mamin untuk menghadapi era transformasi digital. 

img_title Bukan Cuma Harga, 4 Hal Ini Jadi Pertimbangan Orang Indonesia Saat Beli Makanan

Menurut Putu, hingga saat ini hampir semua industri mamin sudah melakukan automasi, terutama pada proses produksinya. Hal yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan SDM industri terus berkembang mengikuti tuntutan zaman. Untuk menjawab hal itu, Kemenperin berupaya untuk mendorong pelatihan manajer transformasi digital.

“Kami menargetkan akan ada 1.200 orang akan dilatih dalam program Training of Trainer (ToT) dan diharapkan menjadi manajer transformasi digital. Selanjutnya mereka akan bisa membimbing industri mamin yang ada dalam ekosistem tersebut,” tambah Putu.

img_title Anggota DPR: Peningkatan SDM Kunci Kinerja dan Hilirisasi Minerba

Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman menyampaikan, produsen mamin membutuhkan teknologi yang dapat mengintegrasikan dan menyediakan visibilitas menyeluruh terhadap tiap siklus hidup sistem rantai pasok mulai dari suplai bahan baku, proses produksi, pengemasan, distribusi hingga sampai ke tangan konsumen. “Teknologi ini membutuhkan tenaga ahli yang terampil dalam pengoperasiannya. Sehingga saat ini pengembangan SDM menjadi fokus GAPMMI dalam mendukung para anggota kami,” jelas Adhi.    

Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia, Martin Setiawan menambahkan, transformasi digital di industri mamin tergolong cukup kompleks, mengingat transformasi tersebut harus dapat mencakup tiga fokus area, yaitu Agile Manufacturing, Efficient Facilities, dan Resilient Supply Chain. Integrasi ketiga area tersebut dimungkinkan dengan pemanfaatan Industrial Internet of Things (IIoT) dan teknologi otomasi yang terbuka, kolaboratif dan berbasis software. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut