Membangun Keberhasilan Pendidikan di Era Gen Z dengan Program Transformasi Digital Pendidikan 2023
- Kemkominfo
VIVA – Guru berperan penting untuk ikut dalam mendigitalisasi dunia pendidikan. Para guru tidak cukup hanya punya kemampuan menggunakan teknologi digital, tapi juga perlu membangun personal branding yang kuat. Dengan personal branding yang kuat bisa membantu meningkatkan reputasi dan kesadaran tentang kepakaran mereka dalam bidang tertentu.
Selain itu, guru yang melek digital juga dapat meningkatkan minat belajar siswa agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Hal tersebut membantu guru membangun hubungan yang lebih kuat dengan siswa dan orang tua siswa. Sehingga nanti akan menimbulkan kesan positif pada siswa dan orang tua siswa dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan peduli terhadap kebutuhan dan aspirasi mereka.
Sejalan dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus menjalankan program transformasi digital pendidikan tahun 2023, Direktorat Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Kick Off Pelaksanaan Adopsi Teknologi Digital Sektor Pendidikan’ yang merupakan salah satu program Digitalisasi Sektor Strategis Pendidikan dan dikemas dalam tajuk, “Membangun Keberhasilan Pendidikan di Era Gen Z” dilaksanakan di Semarang pada Kamis (4/5/2023).
Acara seminar ini diadakan secara luring dan daring, pesertanya yakni guru dari seluruh jenjang pendidikan dari seluruh Indonesia dengan menghadirkan narasumber yang kompeten pada bidangnya. Peserta seminar luring diikuti 100 guru jenjang SMA/SMK dari Kota Semarang.
Dua narasumber yakni Irfana Steviano mewakili Kemdikbud Ristek dan Hendi Pratama punggawa dari Edutrans ID, menyajikan materi yang komprehensif bagi para peserta. Irfan menyajikan topik “Konten Pembelajaran Digital untuk Platform Merdeka Mengajar”, dan Hendi menyuguhkan konten tentang “Membangun Personal Branding Guru Melek Digital”.
Acara diawali dengan sambutan dari I Nyoman Adhiarna dari Direktorat Ekonomi Digital Kominfo. Dalam sambutanya ia menyebut bahwa capaian adopsi digital sudah 50% dari seluruh Indonesia.
“Menyasar total 12 kawasan prioritas sebanyak 974 sekolah dan 1786 telah mengadopsi teknologi digital,” kata Adhiarna.
Capaian tersebut menurut Adhiarna karena peran para guru yang aktif terus belajar dan mengasah kemampuan mereka.
Lalu Adhiarna berharap para peserta seminar bisa membuat karya yang baik dan layak untuk di unggah pada platform Merdeka Mengajar.