Protein Hewani Jurus Sakti Cegah Stunting
- Kemenkominfo
“Kadang kita juga sering kali salah persepsi, ikan salmon lebih bergizi dibanding ikan lele, padahal yang salah bukan di jenis ikannya, tapi dicara penyajiannya. Tentu, orang yang sering makan ikan salmon cerdas, karena mereka menyajikan dengan tidak terlalu banyak proses. Sementara ikan lele yang kita makan, digoreng dengan minyak yang banyak, itu yang menyebabkan proteinnya rusak, ikan itu paling baik di ungkep atau dibikin sup, agar protein hewaninya tidak rusak,” papar Rita.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Achmad Muchlis menekankan pentingnya pencegahan stunting saat remaja dengan mulai memerhatikan kesehatan serta memiliki pengetahuan yang cukup agar melahirkan generasi bebas stunting di masa depan.
“Pemenuhan gizi memang harus dari remaja,yang pertama dan yang paling utama itu 1000 hari masa kehidupan, mulai di dalam kandungan hingga umur 2 tahun,” katanya.
Selain itu, kebutuhan gizi remaja juga ditujukan utamanya untuk perempuan saat menstruasi karena seringkali banyak perempuan saat pertama kali menstruasi tidak melaporkan ke layanan kesehatan padahal perlu untuk diberikan obat penambah darah.
“Pencegahan stunting itu butuh waktu panjang dan seperti siklus yang saling berhubungan, sehingga perlu dimulai sejak remaja untuk persiapkan melahirkan generasi-generasi bebas stunting di masa depan,” tambahnya.
Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukan angka stunting secara nasional sudah mengalami penurunan dari 24,4 persen di tahun 2021 menjadi 21,6 persen di tahun 2022. Namun begitu, angka ini masih di atas standar yang ditoleransi Badan Kesehatan Dunia WHO, yaitu di bawah 20 persen dan target pemerintah di angka 14 persen. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak hanya fokus mensosialisasikan pencegahan stunting kepada pasangan usia subur tetapi juga generasi muda karena mereka yang akan melahirkan generasi sehat dan bebas stunting di masa depan.
Kemenkominfo sejak 2019 telah menggandeng generasi muda untuk turut serta mendukung upaya penurunan prevalensi stunting melalui Kampanye Genbest (Generasi Bersih dan Sehat) yang merupakan inisiasi Kemenkominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting. Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Kesehatan Direktorat IKPMK Kemenkominfo Marroli J. Indarto, mengatakan program penurunan prevalensi stunting yang digencarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika sesuai dengan program utama Presiden dalam menekan angka stunting menjadi 14 persen di tahun 2024.