Mengapa Penjara di Belanda Banyak Kosong?

Kunjungan kerja APPSI ke Penjara Arnhem
Sumber :
  • Pemprov Kalimantan Timur

VIVA – Hari kedua kunjungan Gubernur Isran Noor dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dilakukan ke Penitentiare Inrichting Arnhem (Penjara Arnhem) di Ir Molsweg 5, Arnhem, Selasa (18/7/2023).

img_title Meski Masih di Bawah Umur, Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Terancam 15 Tahun Bui

Kunjungan untuk melihat bagaimana sistem pelayanan penjara kepada para tahanan (warga binaan) dan korelasi ketertiban umum dengan rendahnya jumlah tahanan di sana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, beberapa tahun lalu sejumlah penjara di Belanda terpaksa harus ditutup karena kekurangan tahanan.

img_title Masih Ingat Keziah Veendorp? Sempat Dirumorkan ke Timnas Indonesia U-23, Kini Banting Setir Buka Toko Bekas di Usia Muda

“Apakah sudah sebagus itu sistem sosial di sini? Asumsinya, kalau sistem kemasyarakatannya bagus, tertib, tentram, penjara pasti banyak kosong. Itu yang akan kita dalami,” kata Gubernur Isran Noor, Selasa (18/7/2023).

Di sisi lain pertanyaannya kata Gubernur, apakah kekosongan penjara itu terjadi karena sistem penghukumannya yang berbeda antara di Belanda dan Indonesia. Artinya, tidak semua orang bersalah harus di penjara. Ada cara yang lain yang bisa dilakukan dengan mengutamakan rehabilitasi, berupa denda atau kerja sosial.

img_title Pemain Muda PSV Eindhoven Berdarah Maluku Ini Bisa Jadi Amunisi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Dalam batas tertentu, daerah juga memiliki peraturan daerah yang mengatur hukuman kurungan penjara. Untuk mengurangi jumlah tahanan di penjara yang kini sudah sangat sesak dan overload di Indonesia, maka perlu dipelajari bagaimana pemerintah dapat mengurangi hukuman penjara tersebut dan mengganti dengan sanksi yang lebih produktif.

Director PI Arnhem Joyce Kivits menjelaskan pentingnya pemerintah menyiapkan program untuk reintegrasi para tahanan agar bisa diterima dengan baik saat kembali dan berguna bagi dirinya sendiri serta masyarakat.

“Ini hal yang sangat penting kami lakukan. Bagaimana agar setiap tahanan itu tidak diasingkan. Harus tetap ada hubungan dengan keluarga dan masyarakat,” ungkap Joyce.

“Penting untuk tetap menjaga kontak para tahanan dengan keluarga dan masyarakat, tetapi tetap menjaga jarak dengan standar keamanan internasional,” imbuhnya.

Selain menjamin konsumsi gizi, kesehatan dan kenyamanan para tahanan, mereka juga menyiapkan keterampilan sesuai bakat masing-masing.

“Setelah dari sini, kami berikan garansi mereka bisa langsung bekerja di tempat yang memerlukan. Kami juga lengkapi mereka dengan sertifikat keterampilan,” sambung Joyce.

Sebab itu diperlukan skema kerja sama antarinstansi untuk mendukung integrasi para tahanan ini dengan semangat dan kerja bersama.

Yang lebih menarik lagi, penjara ini bahkan memberikan layanan dua jam setiap enam minggu agar para tahanan bisa melepas rindu dengan keluarga atau pasangan di kamar khusus yang sudah disiapkan.

Rata-rata okupansi penjara ini adalah 243 orang dengan perbandingan persentase datang dan pergi 2 2 : 1,9.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekitar 47 persen penghuni penjara menjalani hukuman di bawah satu bulan. Kemudian 42 persen menjalani hukuman 1 - 12 bulan dan hanya 11 persen yang menjalani hukuman lebih dari satu tahun.
Kunjungan ke Penjara Arnhem juga diikuti Ketua Dewan Pakar APPSI Prof Ryaas Rasyid dan Anggota Dewan Pakar Prof Muchlis Hamdi, Sekda Kaltim Sri Wahyuni, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir, Asisten II Sekda Provinsi Papua Suzana Dewijana Wanggai, serta sejumlah kepala OPD Pemprov Kaltim.

Hadir juga Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dan para Wakil Ketua DPRD Kaltim yakni M Samsun, Sigit Wibowo, dan Seno Aji. Tampak juga Ketua Komisi III Veridiana Huraq Wang dan Anggota DPRD Kaltim Ekti Imanuel.

Ilustrasi robot AI

Gara-gara AI, 25.000 PNS Terancam Kehilangan Pekerjaan!

Pemerintah Belanda berencana memangkas 25.000 pekerjaan PNS dengan bantuan AI demi menghemat anggaran hingga 3,5 miliar euro atau sekitar Rp63 triliun per tahun mulai….

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut