Hindari Stunting, Jangan Menikah Dini

Genbest Talk “Reproduksi Sehat, Generasi Hebat No Debat”
Sumber :
  • PNM

Selain organ reproduksi, ia menjelaskan kesiapan mental calon pengantin sangat berpengaruh pada lahirnya generasi yang sehat.

img_title Begini Strategi Polda Metro Jaya Buat Cegah Anak Terlibat dalam Kerusuhan

“Usia-usia di bawah 20 tahun menurut penelitian penyakit mental, seperti depresi, terjadi pada kehamilan muda itu lebih tinggi karena masih dalam fase mencari jati diri,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itulah, menurutnya, penting bagi generasi muda untuk segera memahami stunting karena anak yang terlahir stunting tidak hanya akan memiliki tubuh pendek, namun juga berisiko memiliki tingkat kecerdasan rendah, yang dapat menurunkan tingkat produktivitas sehingga tidak kompetitif. 

img_title Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak Papua Jadi Agen Perubahan melalui Pendidikan

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Purbalingga, Mukhsinun yang juga hadir sebagai narasumber menyampaikan di Kabupaten Purbalingga kasus pernikahan dini yang dilaporkan tidak terlalu banyak, namun bukan berarti kasus yang terjadi sedikit.

“Kalalu masalah data sebetulnya tidak terlalu banyak paling di bawah 100, tapi memang satu bulan terakhir ini yang sempat datang ke kami 3 sampai 4 laporan. Artinya yang tidak konsultasi ke kami lebih banyak dari itu,” ujar Mukhsinun.

img_title Pramono Target Angka Stunting di Jakarta Turun Jadi 14 Persen Dalam 2 Tahun

Sedangkan penyebab pernikahan dini di Purbalingga menurutnya terjadi karena beberapa faktor.

“Masalah pernikahan dini sebenarnya sangat kompleks, kalau di desa usia 15 tahun orang tuanya sudah menikahkan, atau karena faktor X yang memang kami tidak bisa berbuat banyak,” ungkapnya.

Untuk mencegah pernikahan dini dan stunting, Pemerintah Kabupaten Purbalingga saat ini terus melakukan beberapa kegiatan tentang reproduksi sehat kepada generasi muda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menyebut stunting di Kabupaten Purbalingga mencapai 26,8 persen atau urutan ke-4 dari seluruh kabupaten kota di Jawa Tengah. Sedangkan angka stunting tertinggi di Jawa Tengah adalah Kabupaten Brebes sebesar 29,1 persen dan Kabupaten Temanggung sebesar 28,9 persen. 

Marroli menjelaskan, Kemenkominfo melakukan kampanye penurunan stunting karena sesuai dengan target Presiden di tahun 2024 yaitu angka stunting di Indonesia berada di 14 persen. Kemenkominfo juga sejak 2019 telah menggandeng generasi muda untuk turut serta mendukung upaya penurunan prevalensi stunting melalui Kampanye Genbest (Generasi Bersih dan Sehat) yang merupakan inisiasi Kemenkominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut