Selama 3 Hari, Bunex Kali Kedua Kembali Sukses Digelar
- Ditjen Perkebunan Kementan
"Diharapkan dengan adanya Bunex 2023 dapat terjadi deal-deal kerjasama perdagangan baik di dalam maupun luar negeri sehingga dapat meningkatkan kinerja ekspor perkebunan 3 kali lipat sebagaimana ditargetkan dalam program Gratieks, gerakan tiga kali lipat ekspor s.d 2024," harapnya.
Bunex akan dilakukan secara rutin sesuai program kerja Kementerian Pertanian dalam mempromosikan komoditas perkebunan bernilai tambah tinggi.
Pada kesempatan ini, Edy Abdurrachman selaku Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengatakan, Bunex 2023 merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan produk-produk perkebunan, termasuk turunan kelapa sawit.
Pemerintah berkolaborasi dengan BPDPKS mengembangkan komoditas perkebunan khususnya kelapa sawit, dengan menggunakan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Edy menjelaskan, Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit, melakukan penelitian, mempromosikan, dan meremajakan sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, hilirisasi, serta penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel di industri kelapa sawit.
“Adapun program yang dijalankan BPDPKS untuk realisasi pengembangan kelapa sawit dilaksanakan lewat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana. Semuanya dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan pekebun. BPDPKS telah berkontribusi sejak 2015 dengan memberikan total pendanaan sebesar Rp. 8 triliun untuk memajukan kelapa sawit di Indonesia. Pada 2023, BPDPKS berkolaborasi dengan Ditjenbun merencanakan target anggaran sebesar Rp. 5,4 triliun untuk mendorong kemajuan kelapa sawit di Indonesia. Bunex 2023 juga akan dirilis aplikasi Babebun yang nantinya akan menghimpun 1 juta benih perkebunan untuk disebarkan ke seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.