GiveItAll by Ortuseight: Empat Atlet, Satu Semangat Totalitas

GiveItAll
Sumber :
  • Istimewa

Tazi Ahmad Dani terus giat berlatih hingga akhirnya bertemu dengan pelatih yang membantunya mengasah talentanya. Kerja keras dan dedikasi yang dilakukan Tazi sejak awal inilah yang akhirnya membuahkan hasil sehingga menjadi Juara Nasional dan mewakili Indonesia pada Thailand Sports School Khon Kaen Games 2019.

img_title Prediksi Dewa United Vs Persija Jakarta: Ujian Berat Macan Kemayoran Pertahankan Puncak Klasemen

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada juga kisah inspiratif seorang Niko Alfriyanto yang selalu mengingat pesan ayahnya untuk tak lelah mencari pengalaman dan tetap semangat serta serius berlatih.

img_title Shin Tae-yong Pasrah Persija Tak Bisa Main di SUGBK, tapi Kualitas JIS Diperbaiki Dong

“Waktu itu saya diantar almarhum ayah ikut seleksi di PERSIHARJO, umur 15 tahun, tapi tidak diterima, lalu nekat berangkat ke Jakarta untuk ikut SKO (Sekolah Olahragawan Kemenpora) di Ragunan tapi tidak lolos juga padahal sudah di tahap akhir, hampir menyerah,” ujarnya.

Berulang kali penolakan terjadi namun Niko tidak menyerah, ia terus giat berlatih dan mencoba sampai akhirnya kerja kerasnya membuahkan hasil, yaitu dapat membela Tim Nasional Indonesia dan memperkuat tim Persija Jakarta.

img_title Shin Tae-yong Tegaskan Persija Siap Pertahankan Puncak Klasemen di Markas Dewa United

“Setelah itu beberapa bulan kemudian mencoba kembali iku seleksi di PERSIJA, dan alhamdulilah lolos, bertahan sampai sekarang,” tutupnya bangga. Niko sudah berlatih sepakbola sejak duduk di bangku TK dan tak henti berjuang sejak saat itu hingga sekarang demi menjadi pesepakbola profesional.

GiveItAll

Photo :
  • Istimewa

Atlet terakhir yang diangkat untuk campaign #GiveItAll adalah Arum Dara, ia bertutur bahwa Sea Games 2017 di malaysia merupakan titik balik bagi dirinya. Persiapan yang panjang memakan waktu kurang lebih 4-5 tahun, namun hasil akhirnya dirasa kurang memuaskan, “dapat medali perunggu,” ujarnya,“sedangkan harapannya dengan persiapan yang lama seharusnya dapat hasil yang lebih baik.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disana juga mental Arum Dara digempur habis-habisan, “melihat satu persatu teman di tim tumbang, saya cuma bisa nangis dan rasanya down, dari yang awalnya berdoa untuk diberikan kemenangan sampai akhirnya saya berdoa agar diberikan keluasan hati untuk menerima apapun yang terjadi.”

Disitulah momen titik balik yang membuat seorang Arum Dara hampir menyerah, “dan itu pengalaman yang mendewasakan saya untuk menerima hasil dengan ikhlas tapi terus berusaha maksimal” karena menurutnya ketika sebuah tantangan muncul, terutama tentang karir, seorang atlet harus bisa menghadapi itu dengan lapang dada, “Semua orang siap untuk menang, tapi jarang ada orang yang mempersiapkan diri untuk bangkit kembali ketika mereka gagal,” pungkasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut