KPU Keluarkan Lima Larangan Desain Alat Peraga Kampanye

Petugas Panitia Pengawas Pemilihan Aceh menurunkan alat peraga kampanye
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Memilih Untuk Indonesia

img_title Polemik Ijazah Gibran Berbuntut 5 Aduan Pelanggaran Etik, Ketua dan Anggota KPU Dilaporkan ke DKPP

KPU telah menerbitkan pedoman teknis pelaksanaan kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, termasuk hal-hal yang dilarang dalam desain alat peraga kampanye (APK).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aturan mengenai pelaksanaan kampanye tertuang dalam Keputusan KPU Nomor 1621 Tahun 2023. Dalam Bab II lampiran keputusan tersebut, dijelaskan mengenai metode kampanye pemilu, yakni pertemuan terbatas; pertemuan tatap muka; dan penyebaran bahan kampanye pemilu kepada umum.

img_title KPU Berpotensi Digugat, BPK Temukan Tagihan Rp37,39 Miliar di Pilkada 2024 Belum Dibayar: Honor hingga Konsumsi

Metode kampanye juga dapat dilakukan dengan pemasangan alat peraga kampanye pemilu di tempat umum; media sosial; serta iklan media massa cetak, media massa elektronik, dan media daring.

Metode atau bentuk lain kampanye yang juga dibolehkan adalah rapat umum; debat pasangan calon tentang materi kampanye pemilu pasangan calon; dan kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye pemilu serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

img_title Denny Indrayana Cs Adukan KPU ke DKPP soal Pasal Selundupan Ijazah Gibran

Keputusan KPU Nomor 1621 Tahun 2023 juga mengatur sejumlah larangan terkait desain alat peraga kampanye (APK).

Berikut 5 larangan dalam desain alat peraga kampanye atau APK, dikutip dari laman resmi KPU:

  1. Mempersoalkan dasar negara Pancasila, pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Memuat konten yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Menghina suku, agama, ras, golongan, calon, dan/atau peserta pemilu lain.
  4. Menghasut, mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat.
  5. Menggunakan tanda gambar dan/atau atribut selain dari tanda gambar dan/atau atribut peserta pemilu dan/atau gabungan partai politik peserta pemilu yang bersangkutan.

Sementara pemasangan APK di tempat umum harus mempertimbangkan hal-hal berikut:

  1. Etika
  2. Estetika
  3. Kebersihan
  4. Keindahan
  5. Keamanan

Kampanye 75 Hari

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPU RI menetapkan masa kampanye untuk Capres-Cawapres dan Calon Legislatif selama 75 hari, terhitung mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.

"Masa kampanye untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden sama halnya dengan masa kampanye untuk pemilu anggota legislatif, yaitu sejak 28 November 2023 dan akan berlangsung 75 hari ke depan atau sampai dengan 10 Februari 2024," ujar Anggota KPU Idham Holik.

Ilustrasi Pemilu

Transparasi Penghitungan Suara Berbasis Digital Dipersoalkan di Sidang UU Pemilu

Moh Sabar Musman selaku pemohon mempersoalkan transparansi penghitungan suara pemilu berbasis aplikasi atau digital, di MK saat sidang pengujian UU Pemilu atau

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut