Terjaga Baik, APBN Beri Beragam Manfaat bagi Masyarakat

Kinerja APBN hingga Oktober 2023 masih terjaga dengan baik
Sumber :
  • Bea Cukai

VIVA – Kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Oktober tetap terjaga baik dengan realisasi yang memberikan berbagai manfaat untuk masyarakat. Akselerasi belanja dan upaya antisipasi perlambatan pendapatan pun terus ditingkatkan pemerintah, untuk menjaga momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global.

img_title Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tembus Rp8,3 Juta, Ini Sumber Dananya

Dalam konferensi pers APBN Kita November 2023, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa kinerja baik APBN per Oktober 2023 masih on-track dengan pendapatan negara mencapai Rp2.240,1 triliun atau meningkat 2,8% (yoy). Kinerja belanja APBN yang mencapai Rp2.240,8 triliun pun menunjukan hasil yang baik dengan fokus tetap memberikan beragam manfaat langsung kepada masyarakat. Hal ini direalisasikan dalam bentuk perlindungan sosial, kesejahteraan petani, fasilitas UMKM, pendidikan, infrastruktur, dan investasi yang berfokus pada sektor prioritas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menkeu juga menegaskan, meskipun di tengah hasil positif hingga saat ini, Indonesia harus tetap waspada dengan risiko dan ketidakpastian global yang meningkat karena dampak paska pandemi, geopolitik, volatilitas pasar uang, inflansi komoditas, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

img_title Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Peran Kemendagri Kawal Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sementara itu, terkait kinerja Bea Cukai, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar menjelaskan bahwa hingga Oktober 2023 pihaknya turut berkontribusi sebesar Rp220,8 triliun atau 72,8% dari target APBN. Sektor cukai menjadi tumpuan dengan total penerimaan mencapai Rp169,8 triliun, didukung dengan penerimaan bea masuk sebesar Rp41,4 triliun dan penerimaan bea keluar sebesar Rp9,7 triliun.

“Dibandingkan tahun sebelumnya, bea masuk mengalami pertumbuhan 1,8% karena pengaruh tarif efektif, menguatnya kurs USD, dan impor komoditas utama. Sedangkan bea keluar dan cukai mengalami penurunan masing-masing 74,4% dan 4,3% yang diakibatkan penurunan harga CPO, penurunan volume ekspor tembaga, berhentinya ekspor bauksit, serta penurunan produksi rokok golongan I.”

img_title Lapor APBN 2027 ke Prabowo, Suahasil Beberkan Respons Presiden soal Belanja Negara Tembus Rp4.100 Triliun

"Meskipun terdapat pelambatan di beberapa sektor, Bea Cukai tetap berupaya mengoptimalkan penerimaan negara melalui kinerja pelayanan dan pengawasan. Kami juga mengapresiasi segala kontribusi dan dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat terhadap kinerja APBN dan Bea Cukai, sehingga secara kontinu dapat memberikan manfaat," tutup Encep.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Faisol Riza

Faisol Riza Ungkap Strategi Prabowo Bawa Indonesia Naik Kelas Jadi Negara Maju

Penguatan industri dinilai bukan hanya soal mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan Indonesia memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan industri dari dalam negeri.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut