PTM Terbatas, Dibutuhkan Kesiapan Anak Adaptasi Kebiasaan Baru

Wali Kota Bogor Bima Arya menginspeksi pelaksanaan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di beberapa sekolah kota itu, salah satu SMP Bintang Pelajar Islamic Boarding School (BPIBS).
Wali Kota Bogor Bima Arya menginspeksi pelaksanaan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di beberapa sekolah kota itu, salah satu SMP Bintang Pelajar Islamic Boarding School (BPIBS).
Sumber :
  • VIVA/Muhammad AR

VIVA – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas telah digelar di satuan pendidikan dalam wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3.

Dalam pelaksanaanya, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Selain kesiapan satuan pendidikan dan tenaga pendidik, adaptasi siswa dengan kebiasaan baru di sekolah pun, menjadi perhatian.

Direktur Sekolah Dasar Kementer ian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Sri Wahyuningsih menyampaikan, meski pemerintah mendorong semua sekolah di level 1-3 segera melakukan PTM terbatas, namun kewenangan membuka kegiatan tersebut berada di tangan pemerintah daerah terkait.

“Tentunya, izin dari orang tua murid juga sangat mempengaruhi kelancaran PTM terbatas ini,” ujar Sri dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Selasa (26/10/2021).

Guna mengoptimalkan keselamatan dan keama nan, menurutnya, banyak hal yang harus diperhatikan.

Seperti penerapan protokol kesehatan (Prokes) bagi setiap insan pendidikan, kesiapan satuan pendidikan mengikuti aturan sesuai SKB 4 Menteri, dukungan dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) setempat dalam pelaksanaan testing, juga pengawasan dari Satgas COVID-19 baik di level sekolah hingga kabupaten/kota.

Selain itu, upaya sosialisasi dan edukasi terus digencarkan, baik secara berjenjang maupun melalui media daring dengan menyampaikan contoh-contoh baik dari satuan pendidikan yang telah melaksanakan PTM terbatas.