2 Peserta Tewas di Surabaya Marathon, Ada Apa?

Surabaya Marathon 2019.
Sumber :
  • VIVA/Nur Faishal (4-8-19)

VIVA –  Event tahunan Surabaya Marathon pada Minggu pagi, 4 Agustus 2019, berujung duka. Dua peserta, Husnun N Djuraid (60 tahun), warga Kota Malang, dan Oentung P Setiono (55), warga Kelapa Gading, Jakarta, meninggal dunia sebelum sampai finis. 

img_title Dua Pelari Meninggal saat Ikuti Trail Run Siksorogo 2025 di Lereng Gunung Lawu

Surabaya Marathon diselenggarakan oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dimulai pagi buta, start dan finis sama dengan tahun sebelumnya, yakni di depan Tunjungan Plaza di Jalan Embong Malang Surabaya.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dibuka untuk umum, lari maraton terdiri dari empat kategori, yakni lima kilometer (5K), sepuluh kilometer (10K), 21 kilometer (21K), dan 42 kilometer (42K). Lebih dari enam ribu peserta hadir di ajang itu. Wali Kota Tri Rismaharini, Kapolrestabea Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, dan pihak dari APPBI. 

img_title Liburan Sambil Lari? Ini Destinasi Paling Seru Buat Para Runner Traveller

Juru bicara Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser, mengatakan bahwa mereka sudah menyediakan tim medis di beberapa titik sepanjang lintasan maraton. Ambulans juga disiapkan. Jika kemudian ada peserta yang meninggal, tidak ada yang menghendaki itu. "Atas nama pemkot kami ikut berbelasungkawa," katanya. 

Ditanya apakah setiap peserta menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum mengikuti lomba, Fikser mengaku tidak tahu. Menurutnya, segala hal terkait teknis penyelenggaraan Surabaya Marathon disiapkan dan dilakukan oleh pihak panitia. "Itu panitia," ujarnya. 

img_title Kembali Digelar, Pertamina Eco RunFest 2025 Targetkan 14.000 Peserta

Husnun dan Oentung adalah peserta dari kategori sepuluh kilometer (10K). Sesampai di Jalan Pemuda, Husnun jatuh pingsan kemudian dilarikan ke RSUD dr Soetomo dan meninggal dunia. Adapun Oentung tumbang sesampai di Jalan Basuki Rahmat. Dia juga meninggal di rumah sakit. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anak Husnun, Amalia Kautsariah, mengatakan bahwa ayahnya memang memiliki riwayat penyakit jantung. Sebelum ikut Surabaya Marathon, almarhum pernah masuk rumah sakit setelah ikut lari maraton Prambanan-Borobudur sejauh 10 kilometer sampai finis.

"Almarhum Husnun) Sempat ngamar (di rumah sakit) tapi sudah sembuh. Sempat ikut (lari maraton) Borobudur-Prambanan itu sampai finish 10KM. Tahun ini di Surabaya. Waktu tenis sempat ngamar, terus sembuh ikut lari lagi," kata Amalia. 

Ilustrasi lari.

Benarkah Harus Rajin Nge-Gym Dulu Sebelum Lari Maraton? Begini Faktanya

Mau ikut maraton tapi bingung perlu nge-gym atau tidak? Simak penjelasan coach soal pentingnya strength training, risiko cedera, dan persiapan lari. Simak selengkapnya.

img_title
VIVA.co.id
12 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut