Yamaha Endurance Festival Diramaikan Pembalap 59 Tahun
- Istimewa
VIVA – Event ketahanan motor Yamaha Endurance Festival kembali digelar kali kedua setelah tahun lalu di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, 14-15 September 2019. Event yang selalu digelar meriah dengan banyak hiburan ini diramaikan pembalap berusia 59 tahun dan penyanyi dangdut yang sedang naik daun, Nella Kharisma.
Ya, pembalap 59 tahun itu tak lain Minoru Morimoto, President Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. Bahkan, Morimoto bersama timnya Yamaha Racing Indonesia (YRI) bisa meraih posisi runner up.
"Saya sebenarnya membalap di sini hanya untuk senang-senang saja dan menurunkan berat badan. Saya berharap event ini bisa mendatangkan banyak orang ke Indonesia,” kata Morimoto.
Morimoto berduet dengan Yoshinuri Taniguchi didampingi 1 mekanik di Kelas Sport 155cc, yang juga diramaikan tim media, menggunakan motor YZF-R15. Mereka mencatat waktu 2 jam 28,381 detik.
Kelas ini dijuarai oleh Fariz Ibrahim/Agus Miswanto dari Tim YROI dengan waktu 2 jam 15,472 detik. Peringkat 3 kelas ini yakni duet pembalap Tim Cornering Indonesia, Shandy Topan Irawan/Galih Mulya, dengan waktu 2 jam 36 detik.
Di Kelas Sport 250cc Pro yang menggunakan motor YZF-R25, duet tim Yamaha Cargloss, Rey Ratukore dan M Faerozi, yang didukung mekanik Leon Chandra menjadi juaranya. Rey dan Faerozi mencatat waktu 2 jam, 1 menit dan 25,411 detik dalam 65 lap.
“Kunci kemenangan kami adalah tidak memakai strategi yang rumit. Kami hanya harus konsisten, jaga ritme ban, tidak cepat dan tidak pelan. Mesin harus stabil dari awal sampai akhir,” kata Rey seusai lomba.
Runner up kelas 250 Pro ditempati Wahyu Aji/Janoer Adhe (Yamaha KYB HDS) dengan waktu 2 jam 1 menit dan 34,932 detik. Posisi 3 diraih Anggi Setiawan/Fahnisyar Nurjabad (BAF YMLB Pirelli Akai Jaya).
Durasi Ditambah
Yamaha Endurance Festival 2019 sedikit berbeda dibanding tahun lalu. Durasi ketahanan kini ditambah dari 1-1,5 jam menjadi 2 jam untuk semua kelas. Prosedur start masih tetap mempertahankan Le Mans style yang unik.
Pembalap harus berlari terlebih dahulu menuju motor yang terparkir rapi di seberangnya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri.