Tiga Tim Mundur dari Ajang Tour de Siak 2019

Ilustrasi balap sepeda.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

VIVA – Sebanyak tiga tim Tour de Siak menyatakan diri untuk mengundurkan diri dari ajang skala Internasional tersebut. Perihal pengunduran diri itu dibenarkan Ketua Panitia Tour de Siak, Fauzi Asni.

img_title Api Lahap 3.394 Hektare Lahan di Riau, 65 Orang Jadi Tersangka Terseret Karhutla

"Benar bahwa ada tiga tim yang mengundurkan diri sebelum kegiatan ini dilaksanakan," kata Fauzi kepada VIVAnews, Kamis 19 September 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fauzi menambahkan, tiga tim yang mengundurkan diri tersebut antara lain, tim Sapura Malaysia, tim PGN Indonesia dan tim St George Continental.

img_title Sikap Menlu Singapura soal Kabut Asap Lintas Batas: Kita Minta Mereka Tanggung Jawab

"Setelah tiga tim mengundurkan diri maka tinggal 11 tim yang akan mengikuti kegiatan Tour de Siak. Kita harapkan kegiatan ini tetap berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan," sambung Fauzi.

Kabut asap ganggu masyarakat Pekanbaru Riau Jumat 13 September 2019

img_title Hasil Pertemuan 3 Menteri Singapura dengan Bos Sawit RI, Siapkan Sanksi Tapi Sebut Bukan Cari Kambing Hitam

Fauzi menyebutkan kegiatan ini akan dilaksanakan pukul 13.30 WIB siang ini. Semua pembalap dari berbagai negara sudah sudah bersiap untuk mengikuti ajang tersebut.

Pelaksanaan Tour de Siak tahun ini berlangsung di tengah bencana kabut asap melanda Provinsi Riau. Asap tidak hanya bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau semata bahkan, juga kiriman dari Provinsi tetangga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah kondisi asap, panitia dan pemerintah daerah tetap memutuskan untuk melaksanakan kegiatan ini sesuai dengan jadwal.

"Sangat sayang jika acara ini ditunda. Rencana acara ini sudah disiapkan selama setahun. Mengenai asap bukan keinginan kita tapi jika melihat daerah lain kegiatan Singkarak, Sumatera Barat juga pernah mengalaminya dan tetap dilaksanakan," kata Fauzi.

(FOTO ILUSTRASI) Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bukan Sekadar Cuaca Panas, Polri Ungkap Faktor yang Bikin Karhutla Berulang

Karhutla ternyata memiliki pola yang bisa dipetakan. Hasil simulasi selama 20 tahun di Kabupaten Pelalawan, Riau, menunjukkan titik panas cenderung muncul di lokasi sama.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut