Libatkan Daniel Wenas, Q Cotton Juara Slam Dunk Contest IBL 2020

Slam dunk contest IBL 2020
Sumber :
  • twitter.com/IBLindonesia

VIVA – Andalan Amartha Hangtuah, LaQuavious Kashaka Cotton terpilih sebagai juara slam dunk contest Indonesia Basketball League (IBL) 2020. Tampil di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu 9 Februari 2020, dia menyisihkan pebasket Satria Muda, Tyquan Tyrone Scott.

img_title Beri Akses Pembiayaan Produktif bagi UMKM Perempuan, Amartha dan CFP Tawarkan Investasi Amartha Prosper

Q Cotton dan Tyquan masuk ke babak final slam dunk contest IBL 2020 setelah mendapatkan nilai tertinggi di penyisihan. Kedua pebasket itu kemudian memainkan trik lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tyquan mendapat kesempatan pertama untuk unjuk kemampuan. Dia coba menampilkan trik pertama tapi gagal. Selanjutnya dia mengganti trik, dan berhasil. Tiga juri memberi poin 10 untuk aksi tersebut.

img_title Konsisten Dampingi UMKM Perempuan Terus Bertumbuh, Amartha 10X Run 2026 Kembali Digelar

Q Cotton mengambil kesempatan dengan melibatkan dua pebasket sohor Indonesia, Kelly Purwanto dan Daniel Wenas. Keduanya diajak secara mendadak ketika sedang berada di tepi lapangan.

>

img_title Ramalan Legenda Sepak Bola tentang Juara Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan!

Kelly dan Daniel mengiyakan ajakan Q Cotton sembari tersenyum, lalu terlihat pasrah begitu dijajarkan di bawah ring. Melakukan dribel dari tengah lapangan, Q Cotton kemudian melakukan dunk dengan melompati Kelly dan Daniel.

Tiga juri dibuat terkesima oleh aksi Q Cotton. Dua dari mereka bahkan tanpa ragu menggabungkan angka 10 dengan 9 sebagai bentuk penegasan andalan Amartha Hangtuah itu sebagai juaranya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari kategori three point contest IBL 2020, juara bertahan Andakara Prastawa harus tersingkir karena cuma bisa mencetak 11 poin. Yang mengalahkan dia adalah pebasket asing Satya Wacana Salatiga, Christopher Valante Sterling dengan raihan 15 poin.

Dari kategori skill challenge IBL 2020, tim merah keluar sebagai juara. Mereka mencatatkan waktu 47,11 detik untuk menyelesaikan tantangan. Tim merah digawangi oleh Antoni Erga (Satya Wacana Salatiga), Dimaz Muharri (Louvre Surabaya), dan Mei Joni (Indonesia Patriots). (ren)

Mandalika Racing Series.

Mimpi Juara Dunia Dimulai dari Pertamina Mandalika Racing Series, Ini Bukti Nyatanya

Bagi banyak pembalap muda Indonesia, Pertamina Mandalika Racing Series (Pertamina MRS) bukan sekadar ajang berburu podium. Dari lintasan inilah mimpi menuju balap dunia.

img_title
VIVA.co.id
27 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut