Profil Hendra Setiawan, The Daddies yang Makin Bersinar
- Dok. Komite Olimpiade Indonesia
VIVA – Atlet bulutangkis Indonesia, Hendra Setiawan menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, diumurnya yang terbilang tidak muda lagi pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil mengalahkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Wooi Yik Soh di pertandingan kedua penyisihan Grup B Olimpiade Tokyo 2020.
Berikut profil Hendra Setiawan, The Daddies yang makin bersinar dalam pertandingan Bulutangkis.
Profil Hendra Setiawan
Pria kebangsaan Indonesia yang akrab disapa Hendra ini lahir di Pemalang, Jawa Tengah pada tanggal 25 Agustus 1984 yang kini berusia 36 tahun. Diketahui Hendra Setiawan sudah menikah dengan Sandiani Arief telah dikarunia tiga anak, yaitu Richele Setiawan, Richard Setiawan, dan Russel Howard Setiawan.
Dijuluki The Daddies
Hendra Setiawan dijuluki sebagai the Daddies. The Daddies merupakan julukan yang diberikan lantaran Hendra Setiawan merupakan salah satu atlet Indonesia yang usianya tidak muda lagi. Hendra Setiawan telah menjadi seorang ayah yang telah memiliki tiga anak. Bulan Agustus mendatang, ia akan memasuki usia ke 37 tahun.
Meski usianya sudah terbilang tidak muda lagi, Hendra Setiawan masih aktif menjadi seorang atlet bulutangkis dan saat ini Ia kembali mewakili Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang diselenggarakan tahun ini di Tokyo, Jepang.
Pertandingan terbaru yang diikuti oleh Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan adalah pertandingan Perempat Final Olimpiade Tokyo hari Kamis, 29 Juli 2021 kemarin. Hendra dan Ahsan berhasil memenangkan laga pertandingan dengan skor menang 2:1.
Hendra dan Ahsan berhasil mengalahkan tuan rumah Keigo Sonoda dan Takeshi Kamura dengan hasil perolehan 21, 16, 21 dengan poin pemain ganda putra Jepang adalah 14, 21, dan 9.
Awal karir
Pada awal karirnya sebagai atlet bulutangkis, saat Hendra berpasangan dengan Markis Kido dan pernah menduduki peringkat ke-2 dunia IBF untuk ganda putra.Â
Prestasi gemilang Hendra dan Markis Kido adalah mendapat medali emas di Kejuaraan Dunia 2007 dan medali emas Olimpiade Beijing pada 2008. Pasangan Hendra dan Kido juga menjuarai medali emas Asian Games tahun 2010.
Tahun 2012, Hendra/Kido memutuskan untuk berpisah jalan. Kemudian, Hendra dipasangkan dengan Mohammad Ahsan dan mendapatkan prestasi pertamanya pada tahun 2012 sebagai semi finalis di YONEX Denmark Open 2012 sedangkan pada tahun 2013 berhasil menyabet dua gelar superseries yakni sebagai juara di Maybank Malaysia Open Superseries dan Djarum Indonesia Superseries Premier.