Respons KONI Usai Menpora Ultimatum 4 Cabor yang Dilanda Dualisme

Sekjen KONI Pusat, Lukman Djajadikusuma
Sumber :
  • KONI

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengeluarkan ultimatum tegas kepada empat cabang olahraga (cabor) yang masih dilanda dualisme kepengurusan. Keempat cabor tersebut adalah tenis meja, anggar, tinju, dan sepak takraw.

img_title Maarten Paes Kehilangan Tempat, Erick Thohir Titip Pesan ke Bos Ajax

Dualisme yang tak kunjung selesai itu bahkan telah memecah belah federasi dan merugikan para atlet, lantaran mereka tak bisa tampil membawa nama Indonesia di ajang internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Masalah dualisme ini harus segera diselesaikan. Setelah itu baru kita bisa konsolidasi Desain Besar Olahraga Nasional. Selanjutnya kita bisa bicara mengenai PON, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade,” tegas Erick.

img_title Ditarget Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030, Ini Kata John Herdman

Menurut Erick, pembenahan tata kelola olahraga prestasi menjadi prioritas penting agar Indonesia bisa kembali berjaya di pentas dunia, sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa keharmonisan organisasi adalah kunci utama dalam mencetak prestasi.

Untuk itu, Kemenpora meminta KOI dan KONI mengambil langkah konkret dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keolahragaan. 

img_title PB ESI Punya Ketua Baru, Herindra Ingin Indonesia Jadi Kekuatan Esports Asia

Hal ini juga tertuang dalam surat resmi Menpora kepada Ketua Umum KOI dan KONI pada 1 Oktober 2025, dengan batas waktu penyelesaian sengketa hingga akhir Desember 2025.

“Kami di Kemenpora telah melakukan introspeksi dengan perbaikan tata kelola internal. Maka kami ingin KOI, KONI, dan federasi olahraga juga melakukan hal serupa  duduk bersama mencari solusi terbaik. Karena musyawarah adalah landasan membangun bangsa,” ujar Erick.

KONI: Atlet Tak Boleh Jadi Korban Dualisme

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Lukman Djajadikusuma, menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan KOI dan Kemenpora terkait penyelesaian dualisme tersebut.

“Kami sudah melakukan pertemuan dengan KOI dan pemerintah. Prinsip kami sama: kami tidak ingin hal ini terus berlarut,” kata Ade kepada VIVA, Kamis 6 November 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, KONI berharap penyelesaian berawal dari internal masing-masing cabang olahraga. Dua kubu yang berseteru diminta melakukan konsolidasi agar tidak ada lagi perpecahan.

“Kita memediasi, tapi yang utama mereka harus berinisiatif dulu. Karena masalah ini datangnya dari diri sendiri,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut