Jumlah Korban Bertambah, DPR dan Menpora Pastikan Kasus Kekerasan Atlet Diusut Tuntas

Menpora Erick Thohir
Sumber :
  • VIVA/Surya Aditiya

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, angkat bicara terkait bertambahnya jumlah atlet panjat tebing yang diduga menjadi korban kekerasan fisik dan pelecehan seksual di lingkungan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

img_title Erick Thohir Beber Target 4 Emas Asian Games 2026, Kemenpora Kantongi Anggaran Rp4 Triliun

Berdasarkan laporan terbaru dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), jumlah atlet yang melapor kini meningkat dari delapan menjadi sepuluh orang. Para korban terdiri dari atlet putra dan putri yang selama ini menjalani program pelatnas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Erick menegaskan negara tidak akan tinggal diam dan berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menyatakan keselamatan, martabat, serta masa depan atlet harus menjadi prioritas utama.

img_title Respons Erick Thohir Usai Eks pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

“Tidak ada ruang bagi kekerasan seksual dalam dunia olahraga Indonesia. Pelatnas seharusnya menjadi tempat yang aman bagi atlet untuk berkembang dan mengharumkan nama bangsa. Prinsip kami jelas, zero tolerance,” tegas Erick.

Menpora juga memastikan seluruh atlet pelapor akan mendapatkan perlindungan penuh. Ia menjamin tidak akan ada intimidasi, tekanan, maupun ancaman terhadap karier para atlet yang berani bersuara.

img_title Eks Head Coach Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Modus Kekerasan Seksual terhadap 5 Atlet

“Negara berpihak pada atlet. Identitas pelapor kami lindungi sepenuhnya, termasuk hak dan kelangsungan karier mereka. Pendampingan hukum serta psikologis jangka panjang juga harus diberikan demi masa depan para korban,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Erick menilai kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan olahraga nasional, khususnya di pelatnas. Ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan, mekanisme pelaporan yang aman dan rahasia, serta kebijakan perlindungan atlet di seluruh cabang olahraga.

“Penyelesaian kasus ini bukan titik akhir. Kita harus memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terulang. Ini momentum reformasi tata kelola perlindungan atlet. Olahraga Indonesia harus bersih, aman, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” pungkas Erick.

Veddriq Leonardo Medali Emas Perdana Indonesia di Olimpiade 2024

Belum Puas dengan Emas Olimpiade, Veddriq Leonardo Bidik Medali Tertinggi di Asian Games 2026

Veddriq Leonardo membidik emas speed perorangan Asian Games 2026 di Jepang. Juara Olimpiade Paris 2024 itu belum puas dan siap mengejar prestasi terbaik.

img_title
VIVA.co.id
31 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut