Dugaan Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, PPPA Puji Sikap Tegas Erick Thohir

Menpora, Erick Thohir
Sumber :
  • Kemenpora

VIVA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengapresiasi langkah cepat Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, dalam merespons dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dialami atlet panjat tebing Indonesia.

img_title Respons Erick Thohir Usai Eks pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri PPPA, Arifah Fauzi, yang menyatakan keprihatinan serta empati mendalam terhadap korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami mengapresiasi langkah cepat dan responsif dari Kemenpora dalam menyikapi dugaan kasus ini. Respons awal yang sigap merupakan wujud komitmen penting untuk memastikan perlindungan atlet dan menciptakan lingkungan olahraga yang aman, bermartabat, serta bebas dari kekerasan,” ujar Arifah.

img_title Eks Head Coach Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Modus Kekerasan Seksual terhadap 5 Atlet

PPPA menegaskan bahwa korban harus ditempatkan sebagai pusat dalam seluruh proses penanganan kasus. Negara, kata dia, wajib hadir memberikan perlindungan maksimal tanpa kompromi.

“Kami mendorong agar korban mendapatkan pendampingan komprehensif, mulai dari layanan psikologis, medis, hingga pendampingan hukum. Korban juga harus dilindungi dari tekanan, intimidasi, maupun stigma,” tegasnya.

img_title Erick Thohir Beri Pesan untuk Bilal Hasan, Petarung Berdarah Indonesia Kini Resmi ke UFC

Lebih lanjut, Arifah menekankan pentingnya penanganan kasus secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Proses hukum harus berjalan tegas tanpa toleransi terhadap pelaku, sekaligus menjamin kerahasiaan serta keselamatan korban.

Ke depan, Kementerian PPPA memastikan akan terus berkoordinasi dengan Kemenpora, kementerian dan lembaga terkait, aparat penegak hukum, serta organisasi olahraga untuk memastikan kasus ini ditangani secara serius. Selain itu, penguatan sistem pencegahan kekerasan seksual di lingkungan olahraga juga menjadi perhatian utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah tersebut meliputi penguatan kebijakan perlindungan atlet, penyediaan mekanisme pengaduan yang aman, serta edukasi terkait relasi kuasa di dunia olahraga.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang berpotensi melukai korban dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Negara hadir untuk memastikan setiap perempuan dan anak, termasuk atlet, terlindungi dari kekerasan dan memperoleh keadilan,” pungkasnya.

Garuda Pertiwi U-16 Gebuk Yordania 3-0, Tiket Final Srikandi Merdeka Cup dalam Genggaman

Dari Clairefontaine ke Kudus, Srikandi Muda Indonesia Tempuh Jalan Panjang Menuju Level Internasional

Perjalanan Timnas Putri Indonesia U-17 dari pusat sepak bola elite Clairefontaine, Prancis, menuju panggung internasional di Kudus menjadi bagian dari upaya serius memban

img_title
VIVA.co.id
23 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut