Marc Marquez di Titik Nadir: Mampukah Sang Juara Bertahan Bangkit Setelah Tragedi Jerez?

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez
Sumber :
  • REUTERS/Jon Nazca

Jerez, VIVA – Marc Marquez kini berada dalam situasi yang tidak biasa sepanjang kariernya. Sebagai juara bertahan MotoGP, performa pembalap asal Spanyol itu di awal musim 2026 justru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Kegagalan finis (DNF) di  MotoGP Spanyol baru-baru ini memperlebar jarak poin di klasemen sementara dan menempatkan posisinya dalam tekanan besar.

img_title MotoGP Mau Tiru Sepak Bola, Bursa Transfer Pembalap Bakal Punya Batas Waktu

Hingga seri keempat, Marquez terpaku di posisi klasemen dengan selisih 44 poin dari pemuncak klasemen, Marco Bezzecchi (Aprilia). Statistik menunjukkan bahwa Marquez hampir selalu tampil dominan atau minimal meraih podium di awal musim saat ia berhasil merengkuh gelar juara dunia. Situasi tahun 2026 ini justru kontras; ia belum sekalipun mencicipi podium di balapan utama, dengan hasil terbaik hanya finis keempat di Brasil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kendala Fisik dan Adaptasi GP26

img_title Hasil MotoGP Inggris 2026: Raul Fernandez Juara, Martin dan Bezzecchi Lengkapi Podium

Dua faktor utama yang disinyalir menjadi penghambat adalah aspek teknis motor Ducati GP26 dan kondisi fisik sang pembalap. Meskipun Ducati telah membawa pembaruan pada sistem pengereman di Jerez, Marquez mengaku belum mendapatkan rasa percaya diri sepenuhnya.

Marc Marquez Crash

Photo :
  • Dok. MotoGP

img_title Sedang Berlangsung, Live Streaming MotoGP Inggris 2026: Marc Marquez Hadapi Tantangan Berat di Silverstone

Di sisi lain, trauma cedera bahu yang didapat musim lalu tampaknya masih membekas. Pada insiden kecelakaan di lap kedua di Jerez, Marquez mengakui dirinya lebih berhati-hati dan tidak melakukan upaya save ekstrem demi menghindari risiko cedera yang lebih parah. Hal ini menjadi sinyal bahwa batasan fisik mulai memengaruhi gaya balap agresif yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Kontras dengan Marco Bezzecchi dan Alex Marquez

Situasi Marc semakin terjepit melihat konsistensi Marco Bezzecchi. Pembalap Aprilia tersebut tampil perkasa dengan memenangi tiga seri awal dan finis kedua di Jerez. Meski Bezzecchi memiliki kelemahan di sesi sprint race, ia mampu mengompensasinya dengan poin maksimal di balapan utama yang memiliki durasi lap dua kali lipat lebih banyak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marc Marquez Crash

Photo :
  • Dok. MotoGP

Ironisnya, potensi motor GP26 sebenarnya terbukti kompetitif di Jerez lewat kemenangan Alex Marquez (Gresini Racing). Hal ini menunjukkan bahwa motor tersebut mampu bersaing di barisan depan, namun kecocokan gaya balap dan karakter sirkuit masih menjadi teka-teki bagi Marc di balapan utama, meski ia sempat terlihat kompetitif di sesi sprint.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut