Viral, Lomba Lari Pelajar di Papua Tempuh Rute Menanjak 5 Km Tanpa Alas Kaki
- Instagram/kabut_mulia37
VIVA – Lomba lari pelajar di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, menjadi sorotan setelah video para peserta menaklukkan rute menanjak sejauh 5 kilometer tanpa alas kaki viral di media sosial.
Perlombaan tersebut diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA dengan medan perbukitan yang didominasi tanjakan.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @kabut_mulia37, pemilik akun menjelaskan bahwa lomba lari itu memiliki tantangan tersendiri karena rute sepanjang 5 kilometer disebut dipenuhi tanjakan dan tidak memiliki jalan datar.
“Ini menanjak terus, jadi tidak ada jalan daratnya, orang lari menanjak sejauh 5 kilo meter,” ucap pemilik akun, dikutip Senin 24 Agustus 2026.
Setelah aba-aba perlombaan dimulai, puluhan peserta langsung berlari menyusuri jalan raya yang menanjak. Sejumlah besar peserta terlihat berlari tanpa menggunakan alas kaki.
Kamera juga memperlihatkan perjuangan peserta laki-laki dan perempuan yang terus berusaha mempertahankan kecepatan di tengah rute perbukitan. Dari atas kendaraan yang mendampingi, perekam video tampak memberikan semangat sekaligus menyodorkan air minum kepada para pelari.
Meski harus melewati medan menanjak, para peserta tetap melanjutkan perlombaan hingga mencapai garis finis. Satu per satu pelajar berhasil menyelesaikan rute lari tersebut.
Berdasarkan narasi unggahan video, perlombaan berlangsung di kawasan pegunungan Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Kondisi wilayah di sana disebut memiliki suhu sekitar 9 hingga 12 derajat celsius serta kadar oksigen yang lebih rendah.
Menariknya, rata-rata peserta disebut mampu menyelesaikan lomba tanpa menggunakan alas kaki. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang menarik perhatian warganet di kolom komentar.
“Ini kalo dikasih fasilitas, mungkin bisa setara atlet kenya. Mungkin, loh ya. Semoga pemerintah nya ngelirik,” komentar salah seorang warganet.
“Iya, disini banyak yang memiliki fisik dan stamina bagus, sayang kurang terfasilitasi saja,” timpal warganet.
“Datang, lari, pulang. Tanpa pikir harus sepatu apa, baju apa, celana apa, pace berapa. Saya juga anak Timur (NTT) masa kecil saya sama seperti adik-adik di video ini,” kata wraganet.
“Terlalu keren, rute menanjak, aspal, panas terik, tanpa sepatu, 5km,” sebut warganet.