Brandon Figueroa, Selangkah Lagi Incar Unifikasi Gelar
- ANTARA
Jakarta, VIVA-Duel melawan juara World Boxing Organization (WBO) Rafael Espinoza paling diincar juara dunia kelas bulu (57,1kg) World Boxing Association (WBA) Brandon Figueroa. Pertarungan itu untuk  mengincar penyatuan atau unifikasi gelar.
"(Rafael Espinoza) adalah petinju nomor 1 di divisi kami. Saya merasa (pertarungan saya melawan Espinoza) itu adalah kandidat pertarungan terbaik tahun ini," kata Brandon Figueroa dikutip dari The Ring di Jakarta, Selasa.
Pertarungan unifikasi dapat terwujud jika ia mampu mempertahankan sabuk juaranya melawan petinju jepang Tomoki Kameda pada Sabtu (17/10) mendatang. Secara catatan rekor, Figueroa memiliki rekor 27 kemenangan (20 KO), dua kekelahan, dan satu hasil imbang akan ditantang Kameda yang datang membawa pengalaman kuat yang tercermin dari rekornya 42 kemenangan (23 KO) dan lima kekalahan.
Pertarungan menjadi laga pendukung utama pertahanan gelar WBC kelas super welter (69,8kg) Sebastian Fundora melawan Ermal Hadribeaj di The Cosmopolitan, Las Vegas.
Jika seluruh duel dimenangkan, pemegang gelar kelas bulu WBO Rafael Espinoza adalah lawan yang ingin ia hadapi selanjutnya.
"Saya di sini mencari pertarungan paling gila, pertarungan yang akan tercatat dalam buku sejarah, seperti semua juara tradisional hebat sebelum kita yang masih kita tonton dari 10 atau 20 tahun yang lalu," katanya.
Petinju Amerika itu mengakui ingin mengukir nama saya dalam warisan sejarah dan terus membuat pertarungan yang luar biasa. Ia ingin orang-orang, para penggemar, pergi ke YouTube atau memutar ulang pertarungan dan menyukainya.
Figueroa, 29 tahun, menjadi juara kelas bulu WBA berkat kemenangan KO di ronde ke-12 atas Nick Ball pada 7 Februari di Liverpool, Inggris.
Divisi kelas bulu memiliki juara-juara berbakat selain Figueroa dan Espinoza, dengan Angelo Leo memegang sabuk International Boxing Federation (IBG) dan Bruce Carrington memegang sabuk World Boxing Council (WBC).