Soal Penalti, Hamilton dan Mercedes Beda Pendapat

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton.
Sumber :

VIVA.co.id – Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, akhirnya menerima hukuman penalti di Grand Prix F1 Belgia. Dia dipastikan start dari posisi belakang dalam balapan di Sirkuit Spa-Francorchamps, Minggu, 28 Agustus 2016, lantaran melanggar aturan mengenai pergantian mesin.

img_title Bursa Transfer F1 2027 Mulai Panas Sejak Sekarang, Hanya Segelintir Kursi Aman, Verstappen dan Hamilton Jadi Kunci

Hamilton telah menerima dakwaan dari FIA. Dia mengakui sudah mengganti beberapa komponen mesin mobilnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada enam komponen yang diganti oleh Hamilton. Dua di antaranya, turbocharger serta sistem elektrik motor, sudah melebihi batas pemakaian.

img_title Usai Jadi Juara Dunia F1 2025, Lando Norris Akui Kesalahan Terbesar soal Komentarnya ke Lewis Hamilton

"Sejauh ini saya sudah mempertimbangkan untuk mengambil penalti pada balapan akhir pekan nanti," kata Hamilton seperti dikutip Reuters.

Pendapat berbeda justru dilontarkan kubu Mercedes. Informasi yang dilansir dari Daily Mail, mereka masih mempertimbangkan apakah akan mengambil hukuman tersebut di GP Belgia atau pada GP Italia. Sebab, Sirkuit Spa-Francorchamps merupakan salah satu favorit bagi Hamilton.

img_title Curhat Menyedihkan Lewis Hamilton di Ferrari

Penalti yang diberikan untuk pembalap asal Inggris tersebut juga belum jelas. Apakah Hamilton mendapatkan penalti dengan start dari posisi paling belakang, atau hanya 10 grid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hamilton terpaksa melanggar aturan penggunaan mesin mobil. Sebab, dia sempat mengalami masalah mesin di beberapa seri. 

"Saya sudah tak punya mesin lagi sekarang. Tak ada yang tersisa," ujar Hamilton. (ase)

Lewis Hamilton setelah mengunjungi markas Ferrari

Lewis Hamilton Beli Mobil Bekas

Lewis Hamilton ternyata tidak selalu mencari mobil baru ketika ingin menambah koleksi. Pembalap Ferrari tersebut baru saja membeli sebuah mobil bekas.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut