Cuaca Ekstrem Ganggu Perhelatan Reli Dakar

Balapan Reli Dakar diganggu cuaca ekstrem.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Balapan Reli Dakar 2017 tak berjalan lancar. Pada perhelatan kali ini, cuaca ekstrem menjadi gangguan utama dan membuat para pembalap tak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Seperti yang terjadi pada Minggu siang, 8 Januari 2017, waktu setempat. Saat itu, balapan sudah memasuki tahap La Paz-Uyuni.

Tapi, tahapan tersebut harus dihentikan di pertengahan balapan. Hujan deras yang tak kunjung berhenti membuat lintasan menjadi banjir.

Pihak penyelenggara menilai kondisi lintasan sangat berbahaya. Mobil atau motor dipastikan tak bisa melewatinya.

Bukan kali ini saja balapan harus dihentikan. Pada Jumat 6 Januari 2017, balapan di seri Tupiza-Oruro sempat berhenti akibat cuaca buruk.

Pembalap Peugeot, Cyril Depress, saat melewati genangan air di Reli Dakar.

Keesokan harinya, cuaca buruk kembali mengganggu balapan. Alhasil, seri Oruro-La Paz ditunda sejenak.

Pembalap Peugeot, Stephane Peterhansel, merasa sangat kesulitan menghadapi cuaca ekstrem di balapan Reli Dakar kali ini. Peterhansel, yang kini memimpin balapan, tak lagi memikirkan kecepatan mobilnya.

Dubes AS: Ada yang Keliru Terjemahkan Peringatan Kedubes soal Hujan

"Jadi, tahapan maraton tak lagi saya hadapi dengan kekuatan penuh. Kami harus bermain aman untuk menyelamatkan mobil," kata Peterhansel seperti dikutip Motorsport.

"Sangat penting menjaga mobil agar tetap dingin. Jadi, kami harus bersabar," timpal rekan setim Peterhansel, Cyril Depress.

Kedubes AS Keluarkan Peringatan Cuaca, Anies: Info BMKG Tidak Viral
Pembalap mobil Audi Sports Stephane Peterhansel saat reli dakar 2022

Hujan Lebat, Reli Dakar Batalkan Maraton Etape 2 dan 3

Penyelenggara reli dakar menjadikan etape 2 dan 3 sebagai etape normal yang memungkinkan pebalap menerima bantuan dari luar di setiap akhir etape.

img_title
VIVA.co.id
3 Januari 2022