Liberty Pertimbangkan Pangkas Bonus Ferrari

Tim F1 Ferrari
Sumber :
  • REUTERS/Carlos Barria

VIVA.co.id – Ferrari terancam kehilangan sebagian hak istimewa dalam proposal yang sedang dipertimbangkan calon pemilik baru hak komersial Formula One (F1), Liberty Media. Rencana perubahan diusulkan tentang bagaimana hadiah dapat dibayarkan secara lebih merata.

img_title Zlatan Ibrahimovic Punya Tradisi Aneh, Tiap Ultah Malah Beli Supercar Baru

Dilansir dari Crash, Senin 23 Januari 2017, Liberty berharap bisa mengurangi kesenjangan yang tinggi, di antara tim-tim F1. Diharapkan pada akhirnya, itu bakal menambah persaingan di lintasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini Scuderia memperoleh USD100 juta per musim, hanya untuk ikut balapan. Pembayaran dilakukan sebagai bonus loyalitas, karena Ferrari telah terlibat dalam F1 setiap musimnya, sejak dimulai pada 1950.

img_title 5 Mobil Termahal yang Dijual di Indonesia September 2026, Tembus Rp35 Miliar

"Jika Anda adalah Ferrari, Anda memperoleh pendapatan besar dari sponsor, yang datang langsung pada Anda," kata CEO Liberty, Greg Maffei.

Dia menambahkan, sedang berpikir tentang menyeimbangkan pembayaran bagi tim-tim. Keseimbangan disebutnya bakal menciptakan keadilan.

Persaingan di lintasan akan membuat F1 lebih menarik, yang akan membawa manfaat juga bagi para sponsor. Liberty dilaporkan juga mempertimbangkan usul kontroversial pembatasan anggaran.

Seorang sumber internal mengatakan, Liberty menganggap dana besar yang dihabiskan tim-tim kaya tidak memberikan kebaikan apa pun bagi penonton. Selain hanya pemborosan dana untuk berkompetisi dalam hal teknologi.

img_title Cuma untuk Orang Berduit, Ferrari 296 GT Modificata Dibuat Sangat Terbatas

Liberty mencari cara untuk membuat tim-tim nonunggulan juga memiliki kesempatan menang. (one)

Kepala Tim Red Bull Laurent Mekies

Red Bull Tetap Bersama Laurent Makies Hingga 2031

Tangan dingin  Laurent Makies masih akan menangani Tim Red Bull Oracle Racing setelah tim balap formula papan atas itu memperpanjang kontrak sang CEO Tim hingga 2031

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut