Turnamen Basket 3x3 U-18 dan U-23 Capai Grand Final, Penyelenggara Siapkan 2 Kejutan Musim Depan

Grand final turnamen basket 3x3 U-18 dan U-23
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Sport – Grand Final Turnamen bola basket 3x3 bertajuk 'Livin by Mandiri Indonesia 3x3 Tournament 2022' telah dimulai pada Sabtu, 26 November 2022.

Bintang Mualaf MVP NBA 2023-2024 Jalani Umroh Usai Bawa Boston Celtics Juara

Partai puncak ini mempertemukan 32 tim putra dan putri U-18 dan U-23 yang telah tersaring dari empat regional (DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta-Jawa Tengah, Jawa Timur) untuk kembali bersaing menjadi yang terbaik dalam pertandingan yang dihelat di Cilandak Town Square, Jakarta.

Direktur SSS International sekaligus penyelenggara turnamen, Azwan Karim, sangat mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Turnamen Basket Internasional GJIBT Dihentikan, Penyelenggara Bakal Gugat PP Perbasi

Dia berharap turnamen ini membawa basket 3x3 Indonesia ke arah yang lebih baik. Meskipun, masih terdapat sejumlah kendala. Terutama timpangnya jumlah peserta putra dan putri.

"Dari sisi perbandingan jumlah peserta antara putra dan putri masih timpang. Ke depannya kita akan berupaya meningkatkan partisipasi dari peserta putri di olahraga, khususnya basket 3x3," kata Azwan.

Respons PP Perbasi soal Gugatan Louvre Surabaya: Hendaknya Selesaikan Kewajiban Dulu

Ke depannya, lanjut Azwan, pihaknya akan berupaya meningkatkan partisipasi peserta dengan menambah jumlah kota/regional. Bedanya, dia akan berekspansi ke luar Pulau Jawa.

"Insya Allah tahun depan kami akan kembali menggelar turnamen ini. Dan kami akan menambah satu kota lagi, di luar Pulau Jawa, kami tidak mau hanya terfokus di Jawa saja. Untuk lokasinya apakah ke Barat atau ke Timur masih kami diskusikan," ujar Azwan.

Selain itu, demi memberikan pengalaman dan meningkatkan level dari para juara, pihak penyelenggara telah menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang di musim berikutnya. 

Nantinya, para juara berkesempatan untuk diterbangkan ke luar negeri guna latih tanding dengan tim basket di negara yang dituju.

"Kami menginginkan adanya parameter tak hanya di Indonesia. Kami ingin para peserta ikut level challenger apakah di Asia Tenggara, Asia, atau kalau memungkinkan di Eropa untuk mengetahui seberapa jauh level kita," jelas dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya