Ketika Ring Tinju Dunia Disusupi Pemain Sirkus Mengerikan

Petinju veteran asal Meksiko, Jorge Paez
Petinju veteran asal Meksiko, Jorge Paez
Sumber :
  • boxing news

VIVA – Jorge Paez adalah salah satu petinju dengan karakter paling berwarna di era 90an. Petinju yang flamboyan, eksentrik dan menghibur membuat Jorge Paez disayangi penggemarnya.  

Paez merupakan anak dari petinju era 50an. Ketika orang tuanya berpisah, Paez dibesarkan oleh neneknya yang merupakan pemilik aksi sirkus. Paez muda banyak menghabiskan hidup di jalanan, dan membantu neneknya di usaha sirkus. 

Paez awalnya tidak menyukai tinju, tapi ketika dia tahu jika tinju bisa menghasilkan uang, dia mau melakukannya. Paman Paez berinisiatif dengan mengajak Paez ke gym untuk berlatih tinju. 

Waktu demi waktu berlalu, kualitas tinjunya berkembang. Kekuatan dan kecepatannya hantamannya mengerikan. Karier bertinju Paez dimulai, di kelas amatir dia hanya melakoni 3 laga. 

Kemudian masuk ke karier profesional di umur 19 tahun. Setelah 4 tahun bertarung di Meksiko, dia sudah mendapat sabuk juara IBF saat mengalahkan Calvin Grove yang saat itu belum terkalahkan.  

Sejak saat itu Paez yang dijuluki El Maromero ini sudah mempertahankan sabuk gelarnya beberapa kali. Beberapa duel menjadi sorotan yang pertama ketika dia melakoni laga menghadapi Lupe Gutierrez dalam mempertahankan gelar untuk kali keenam.  

Laga itu sangat brutal, Gutierrez benar-benar mengejar Paez. Namun akhirnya duel dihentikan wasit karena petarung asal Amerika Serikat ini dinilai tak sanggup lagi menerima pukulan bertubi-tubi Paez. 

Tahun 1994 ketika dia melawan The Golden Boy, Oscar De La Hoya. Hanya 2 ronde, Paez langsung KO. Padahal di awal ronde Paez mampu membuat De La Hoya kewalahan.  Terakhir kali Paez melakoni duel di tahun 2003 lalu, lawannya adalah Scott McCracken dari Amerika Serikat. Duel itu berakhir dengan kemenangan ronde ke-10. 

Selama kariernya, Paez melakoni 98 pertandingan dengan rincian 79 kali menang, 14 kalah dan 5 kali imbang.  Paez sendiri dikabarkan meninggal dunia tahun 2016 lalu, ayah sekaligus pelatih Erik Morales ini meninggal setelah melawan penyakit stroke yang dideritanya.