Quartararo Lepas Pelindung Dada dan Masih Balapan, MotoGP Bisa Blunder

Pembalap Monster Yamaha, Fabio Quartararo
Sumber :
  • twitter.com/MotoGP

VIVA – Momen menegangkan terjadi saat MotoGP Catalunya digelar. Karena ada penampakan pembalap Monster Yamaha, Fabio Quartararo melepaskan pelindung dadanya.

img_title John Herdman Akui Tegang saat Kibarkan Bendera Finis di MotoGP Mandalika 2026: Terasa Seperti di GBK saat Extra Time

Ketika itu balapan masih berlangsung. Terlihat bagaimana Quartararo melepaskan pelindung dadanya dan membuangnya di lintasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Entah apa alasan pembalap asal Prancis tersebut melakukan tindakan seperti itu. Tapi usai melepas pelindung dada, risiko besar dihadapi.

img_title MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor Penonton, Erick Thohir Singgung Perpanjangan Kontrak

Pengawas balapan MotoGP masih membiarkan dia meneruskan balapan. Ketika itu posisi jaket sudah terbuka di bagian dada.

Beruntung sampai akhirnya menjejak finis pada urutan keempat, tidak ada insiden buruk yang dialaminya. Karena dengan posisi jaket yang tidak sempurna, tingkat keamanan diri jauh dari standar.

img_title Di Balik Podium MotoGP Mandalika, Raul Fernandez Balapan dengan Dua Jari Patah

Momen tersebut yang kemudian diunggah oleh Twitter resmi MotoGP. Mereka menyebutnya insiden tersebut adalah keanehan, dan sontak saja para pengikutnya melakukan protes.

"Adegan aneh Fabio Quartararo. Pemimpin MotoGP terlihat melepas pelindung dadanya."

Publik melakukan protes dengan mengungkit keputusan pengawas balapan. Mengapa masih memberi izin Quartararo meneruskan lomba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika hal tak diinginkan terjadi, nyawa sang pembalap yang jadi taruhannya. Ini membuat MotoGP seperti tidak belajar soal keamanan pembalap.

Pekan lalu pembalap Moto3, Jason Dupasquier meninggal dunia. Dia mengalami kecelakaan saat menjalani sesi kualifikasi.

Veda Ega Pratama semakin berkibar di pentas balap sepeda motor dunia.

Bukti bukti Veda Ega di Mandalika

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama membuktikan kota kecil sebagai titik tolak berkarir tak menghalanginya menembus panggung tertinggi Grand Prix (GP).

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut