Panitia Balapan Sirkuit Mandalika Jadi Sasaran Kritik

Warga naik truk demi nonton balapan di Sirkuit Mandalika.
Sumber :
  • VIVA/Satria Zulfikar

VIVA – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) jadi sasaran kritik. Sebab, mereka dianggap tidak profesional ketika hendak menggelar balapan Asia Talent Cup 2021 di Sirkuit Mandalika, Minggu 14 November 2021.

img_title MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor Penonton, Erick Thohir Singgung Perpanjangan Kontrak

Balapan ATC di Sirkuit Mandalika harus mengalami penundaan. Sebabnya, Dorna Sports menilai ada syarat yang belum terpenuhi dalam aspek keamanan. Hal ini berkaitan dengan jumlah marshal yang kurang dari standar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marshal amat dibutuhkan kehadirannya di beberapa titik sirkuit. Di setiap pos, biasanya ada delapan orang yang bertugas. Mereka inilah yang akan bergerak cepat melakukan evakuasi ketika kecelakaan terjadi.

img_title Lewat Program Apresiasi, BNI Boyong Nasabah Terpilih Nonton MotoGP 2026 dari Bukit 360 Mandalika

Ketika jumlah personelnya kurang dari standar, jelas risiko keamanan jadi meningkat. Dengan terpaksa Dorna memilih untuk mengundurkan jadwalnya menjadi 19 hingga 21 November 2021 mendatang.

Masyarakat Indonesia banyak yang merasa kecewa dengan hal ini. Sebab, mereka takut, Sirkuit Mandalika yang akan digunakan pertama kali untuk ATC 2021 ini kena cap tidak profesional.

img_title Mario Aji Terpuruk di Kualifikasi Moto2 GP Indonesia, Start dari Posisi ke-23

Alhasil, media sosial MGPA jadi sasaran kritik. Masyarakat menumpahkan kekesalannya terhadap kejadian ini melalui kolom komentar unggahan MGPA soal ATC 2021.

Kritik terhadap MGPA

Photo :
  • instagram.com/themandalikagp

Gubernur NTB Angkat Bicara

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah angka bicara perihal penundaan ini. Menurut dia, keputusan ini diambil demi menjaga keselamatan para pembalap.

Dia mengakui, kurangnya personel marshal ini jadi alasan utama. Zulkifielimansyah pun setuju dengan keputusan Dorna untuk menunda balapan.

Butuh waktu untuk membimbing warga NTB untuk menjadi marshal. Dan dia ingin, para petugas tersebut merupakan orang asli sehingga bisa menghidupkan perekonomian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita mau akomodir masyarakat sekitar. Masa harus dibawa dari Jakarta. Ternyata, melatihnya butuh waktu," tuturnya.

Momen John Herdman kibarkan bendera finis di MotoGP Mandalika 2026

John Herdman Akui Tegang saat Kibarkan Bendera Finis di MotoGP Mandalika 2026: Terasa Seperti di GBK saat Extra Time

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman kibarkan bendera finis di MotoGP Mandalika 2026, Minggu (11/10/2026). Ungkap sensasi tegang bak ekstra time di GBK.

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut