Teka-teki Masa Depan Fabio Quartararo Bersama Yamaha

Pembalap Monster Yamaha, Fabio Quartararo saat tampil di MotoGP Amerika
Sumber :
  • AP Photo/Eric Gay

VIVA – Pembalap Monster Yamaha, Fabio Quartararo mulai memperlihatkan kejenuhan dalam tim. Sebab, dia merasa motornya tidak mendukung untuk bersaing dengan pembalap MotoGP lainnya di musim ini.

img_title Mematahkan Kutukan MotoGP Mandalika

Motor Monster Yamaha mendapat banyak kritik dari publik. Mereka seperti kehilangan daya saing, terutama dari segi kecepatan. Hal ini jelas membuat Quartararo kesal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Empat seri MotoGP 2022 berlangsung, baru sekali Quartararo mencicipi podium. Itu terjadi di MotoGP Indonesia, tatkala pembalap asal Prancis finis pada urutan kedua.

img_title Pertamina Bawa Semangat Grand Prix of Indonesia 2026 ke Masyarakat

Awalnya ada keyakinan jika hasil balapan di Sirkuit Mandalika itu sebagai kerja keras Monster Yamaha dalam menemukan komposisi tepat untuk motor. Tapi saat balapan di MotoGP Argentina dan MotoGP Amerika, hasilnya tidak bagus.

Rasa frustrasi itu terlihat usai dia finis pada urutan ketujuh MotoGP Amerika. Dia menyiratkan tidak bisa berbuat apa-apa untuk bersaing dengan pembalap lain yang menggunakan mesin Ducati.

img_title Marc Marquez Hattrick di San Marino, Kans Juara MotoGP 2026 Makin Terbuka

"Apa yang bisa saya lakukan? Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Jika Anda cek hasil hari ini, saya berada di urutan keenam pada grid dan saya motor pertama yang bukan Ducati," ujar Quartararo, dikutip dari Crash.

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo.

Photo :
  • ANTARA/HO VIA YAMAHA RACING

"Jika saya bisa melakukan sesuatu, saya akan melakukannya. Yang bisa saya lakukan adalah memberikan 100 persen kemampuan saya dan coba berjuang untuk yang terbaik," imbuhnya.

Meski sudah terlihat frustrasi, namun Quartararo enggan membeberkan apa sebab yang membuat motor M1 tunggangannya jadi kalah bersaing. "Saya akan menyimpannya sendiri."

Dibanding musim lalu, jelas performanya menurun jauh. Dia adalah juara bertahan MotoGP, tapi kemudian di empat seri awal gagal memperlihatkan performa terbaik.

Belakangan muncul isu jika Quartararo mulai berpikir untuk mencari tim baru. Eric Mahe, selaku manajernya juga telah mengutarakan hal itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia sedang berupaya menjadi komunikasi dengan pabrikan lain. Ini menjadi ancaman tersendiri bagi Yamaha, terlebih musim 2022 masih panjang.

Jika situasi tak kunjung berubah, bisa jadi internal yang tidak kondusif. Situasi yang jelas merugikan bagi tim berlogo garpu tala tersebut.

Helm AGV Pista terbaru

Helm AGV Pista GP R3 Diperkenalkan di MotoGP 2026

AGV memperkenalkan generasi terbaru helm balapnya, Pista GP R3, di ajang MotoGP San Marino 2026. Helm tersebut mulai digunakan para pembalap sejak latihan.

img_title
VIVA.co.id
17 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut