Profil Edoardo Mortara Pembalap Formula E Tim Rokit Venturi Racing
- Instagram @edomortara
Debut Seri GP2 pada tahun 2009
Tahun 2009 Mortara mengikuti lima kompetisi dengan lima tim berbeda. Di Seri GP2 Asia, ia finis di urutan ke-11 dan gagal memenangkan salah satu dari delapan balapan. Namun, balapan di GP2 Series menjadi prioritas baginya. Edoardo Mortara mengemudi untuk Arden International dan memenangkan satu balapan, tetapi pada akhir tahun berada di urutan ke-14 dalam kejuaraan Pembalap. Di Formula Renault 3.5 Series, Mortara hanya melaju empat balapan. Semantara dii Formula 3 Euro Series, ia hanya ikut dua balapan saat menjadi juara Grand Prix Macau.Â
Juara Formula 3 Euro Series tahun 2010
Pada 2010 Erdoardo Mortara menang di Grand Prix Macau, Edoardo juga menjadi juara Formula 3 Euro Series, memenangkan 7 dari 16 balapan. Setelah kesuksesan ini Mortara harus membuat keputusan sulit antara melanjutkan kariernya atau meninggalkan open-wheels racing.
Bergabung dengan Audi di DTM pada tahun 2011
Sejak 2011, Edo menjadi anggota Tim Audi Rosberg dan berhasil mengumpulkan 21 poin, dua kali finis ke-3, finis ke-9 dalam kejuaraan di Brans Hatch dan Oschersleben. Di musim DTM berikutnya, Mortara memenangkan dua balapan di Spielberg dan Zandvoort dan finis ke-2 di Nurburgring. Dengan 82 poin, Mortara mengambil posisi ke-5 secara keseluruhan. Ia berada di posisi ke-9 di Lausitzring yang menjadi puncak di tahun tersebut dan finis ke-21 dalam klasifikasi akhir.
Mengubah tim pada tahun 2014
Sebelum musim DTM 2014 dimulai, Mortara pindah dari Team Rosberg ke Audi Sport Team Abt Sportsline. Perubahan itu bagus untuk Edo yang kembali ke grup pembalap teratas. Posisi ketiga di Oschersleben dan Nurburgring merupakan hasil terbaik yang diraihnya pada musim di mana dia berada di urutan ke-5 dalam kejuaraan Pembalap.
Pada 2015, Mortara kembali meraih kemenangan di Red Bull Ring dan memiliki lima podium lainnya yang mendorongnya ke posisi ke-4 di klasemen akhir.Â
Wakil juara DTM 2016
Edoardo berhasil memenangkan lima balapan (Hockenheim dua kali, Norisring, Hungaroring dan Nurburgring). Di penghujung tahun ia hanya terpaut empat poin di belakang juara baru Marco Wittmann.