Profil Lucas di Grassi Pembalap Formula E Rokit Venturi Racing

Lucas di Grassi
Sumber :
  • Instagram @lucasdigrassi

VIVA – Lucas di Grassi merupakan pembalap Formula E asal Brazil yang pertama menang di Beijing E-Prix 2014 dan paling sukses dalam sejarah kejuaraan. Untuk musim 2021/22, Lucas menjadi wajah baru di ROKiT Venturi Racing, setelah tujuh tahun bergabung dengan tim Formula E Audi.

img_title Ketangguhan Nissan Teruji di Tengah Panas dan Tekanan Formula E Jakarta 2025

Berikut ini profil Lucas di Grassi pembalap Formula E dari tim ROKiT Venturi Racing yang dilansir dari laman website Formula E.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Profil Lucas di Grassi

img_title Ban Mobil Listrik Harus Siap Hadapi Torsi dan Beban Lebih

Pembalap kelahiran Sao Paulo, Brazil pada 11 Agustus 1984 ini adalah pembalap pertama yang berkomitmen pada seri ini. Lucas di Grassi bersama dengan Founder dan CEO seri Alejandro Agag adalah pendiri Kejuaraan Formula E ABB FIA. 

Lucas berperan sebagai kunci dalam pengembangan mobil prototipe asli yang digunakan sebagai bukti konsep untuk Gen1 yang digunakan dari musim perdana kejuaraan musim 2014/15. Pada tahun 2016, dirinya menjadi orang pertama dalam sejarah yang mengendarai mobil balap di Arctic Ice Cap.

img_title Secanggih Apa Setir Balap Formula E hingga Harganya Rp100 Jutaan

Perjalanan karier 

Lucas memulai karier motorsport-nya setelah mengendarai kart di toko kart milik pamannya di Interlagos. Dirinya melakukan debut kompetisi karting saat usianya 10 tahun. Perjalanannya dimulai dengan menaiki tangga single-seater serta kemenangan di Grand Prix Macau pada tahun 2005, menjadi runner-up di Seri GP2 dan di Formula 1 bersama Virgin Racing pada tahun 2010. Pada 2012, Lucas di Grassi menjadi pembalap tim Audi dengan meraih tiga podium di 24 Hours of Le Mans dan sejak saat itu ia terus mewakili brand tersebut.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembalap Brazil itu telah membalap untuk Audi Sport ABT Schaeffler sepanjang waktunya di Formula E, finis ketiga di musim 1 sebelum merebut gelar 2015/16. Namun, ia mengatasi defisit 10 poin untuk mengklaim gelar pembalap musim 2016/17 di Montreal.

Menuju musim 2017/18 sebagai juara bertahan, di Grassi akhirnya menempatkan posisi kedua secara keseluruhan di belakang Jean-Eric Vergne dari TECHEETAH. Dia kembali membawa kabel setan (wire) di babak final kampanye 2018/19, berhadapan langsung dengan Vergne untuk tahun kedua berturut-turut serta Sebastian Buemi dari Nissan e.dams. Namun, tidak ada yang berhasil menghentikan dominasi Vergne, dengan di Grassi yang menutup musim di posisi ketiga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut