Dara Sempat Muntah Sebelum Raih Emas
- Antara
VIVA Sport - Pebalap sepeda Dara Latifah selalu totalitas dalam perjuangan mengumandangkan lagu 'Indonesia Raya' dan mengibarkan Merah Putih di pentas internasional, termasuk ketika bersaing pada 2023 Thailand MTB Cup 2 di Chantaburi, 24-25 Mei 2023.
Pelatih Balap Sepeda Gunung Cross Country Olympic (MTB XCO) Indonesia Dwi Edi Kurniawan mengatakan Dara sempat muntah pada lap terakhir sebelum finis terdepan untuk meraih medali emas pada nomor XCO Elite Putri.
"Pada lap-lap terakhir Dara muntah. Tetapi dengan gap yang cukup jauh dengan pesaing, Dia berhasil finis terdepan," ujar Dwi kepada Antara via telepon, Sabtu malam 28 Mei 2023.
Dara dan pebalap Indonesia lainnya yakni Zaenal Fanani, Ihza Muhammad, dan Dela Anjar Wulan tampil di Thailand dengan kondisi tidak 100 persen, mengingat mereka belum lama ini menyelesaikan lomba di SEA Games 2023 Kamboja dan serangkaian agenda penyambutan lainnya.
Dengan tekad yang kuat untuk bisa meraih poin penuh dalam rangka menuju Olimpiade 2024 di Paris, Prancis, pebalap sepeda Indonesia berjuang maksimal.
Hasilnya, dua emas berhasil dibawa pulang. Dara meraih emas setelah bersaing selama lima lap dengan membukukan waktu 1 jam 34 menit 20 detik.
Atlet mountain bike Indonesia, Dara Latifah
- ANTARA/RAUF ADIPATI
Dia mengalahkan Ya Yu Tsai asal Taiwan yang pulang dengan perak usai membukukan 1 jam 35,28 menit. Perunggu menjadi milik Yonthanan Phonkla asal Thailand dengan 1 jam 37,05 menit.
Dela Anjar Wulan harus puas di posisi keenam setelah finis dengan catatan waktu 1 jam 41,31 menit.
Pada sektor putra, Fanani mencatatkan waktu terbaik dalam lomba sebanyak 6 lap dengan 1 jam 29 menit 40 detik. Dia mengalahkan Riyadh Hakim Bin Lukman asal Singapura yang meraih perak dengan 1 jam 30,13 menit dan Dhave Ria dari Filipina di urutan ketiga dengan 1 jam 33,45 menit.
Sementara Ihza menempati posisi ke-12 dengan catatan waktu 1 jam 40,16 detik.
Sempat ke Psikolog
Khusus untuk Dara, lanjut Dwi, sebelum bertolak ke Thailand memang sempat ragu dengan kondisinya. Bahkan dia sempat konsultasi dengan psikolog.
"Saya tidak membebani mereka dengan target. Hanya memotivasi ada peluang untuk meraih poin Olimpiade Paris. Mereka bersemangat dan terus berjuang," ujar Dwi.