Ratu Bulutangkis India Keok di Final Indonesia Open 2019

Pusarla V Shindu.
Sumber :
  • BWF

VIVA – Jepang kembali mendapatkan 1 gelar juara di turnamen bulutangkis termahal dunia, Indonesia Open 2019, kali ini gelar juara dapatkan dari sektor tunggal putri.

img_title Menumbuhkan Kecintaan Bulutangkis Sejak Dini di Kota Solo

Gelar juara tunggal putri didapatkan Akane Yamaguchi setelah menghajar ratu bulutangkis India, Pusarla V Sindhu di lapangan utama Istora Senayan, Jakarta, Minggu Pahing, 21 Juli 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akane langsung menggempur Sindhu dari awal gim pertama dimulai, 3 poin beruntun didapatkannya hanya dalam 2 menit. Serangan ranking 4 dunia itu dibalas tunai oleh Sindhu. Bahkan ratu bulutangkis India itu membalasnya dengan 5 angka beruntun untuk berbalik unggul 3-5.

img_title Wakil China Juara Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026

Pertarungan sengit terjadi jelang jeda, Akane dan Sindhu terlibat dalam duel reli-reli panjang. Dampaknya perolehan angka pun ketat. Namun, setelah poin sama kuat 8-8, Sindhu berhasil melejitkan poin dan saat jeda dia unggul sementara dalam posisi angka 8-11.

Akane Yamaguchi vS Sindhu di final Indonesia Open 2019.

img_title Athlon GMSB Kuningan Resmi Dibuka! Sediakan Lapangan Pickleball, Badminton hingga Voli

Usai jeda, Sindhu menambah angka untuk memperlebar keunggulan jadi 8-12. Akane pun mulai meningkatkan serangan, dropshot mematikan yang menjadi ciri khasnya mulai banyak dilepas ke jantung pertahanan Sindhu.

Hasilnya benar-benar memuaskan, 10 angka beruntun didapatkannya, Akane yang tadinya tertinggal 13-14, kini berbalik unggul jauh pada 20-14. Dan akhirnya di menit 21, Akane menutup gim dengan kemenangan 21-15.

Kemenangan di gim pertama membuat Akane di atas angin dan di gim kedua dia terlihat bermain lebih lepas terbukti dengan mudah di unggul cepat 3 angka. Kondisi sebaliknya dialami Sindhu, tampak dia begitu tertekan.

Akane Yamaguchi

Juara German Open 2019 terus mendominasi dan menguasai duel penting ini, hingga jeda turun minum Akane masih unggul 11-8. Selepas jeda, Sindhu belum juga mampu mengontrol permainan.

Efeknya Akane dengan mudah meraup poin demi poin. Hingga menit 39, Akane unggul 14-10. Sindhu berusaha mengejar angka agar bisa memaksakan rubbergame.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayang seribu sayang, takdir berkata lain. Meski sudah habis-habisan berusaha mengejar, di menit 50 Akane menghentikan perlawanan Sindhu dengan angka telak 21-16.

Gelar juara tunggal putri turnamen BWF Super 1000 yang berhadiah total 1.250.000 dolar Amerika Serikat ini sebelumnya dikuasai ranking 1 dunia, Tai Tzu Ying. Tapi pemain Taiwan terpaksa melepas gelar itu akibat ditumbangkan Akane di semifinal Indonesia Open 2019.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut