Menpora: Sukses Piala Thomas jadi Tolak Ukur Sistem Pembinaan PBSI

Menpora RI, Zainudin Amali
Menpora RI, Zainudin Amali
Sumber :
  • Tangkapan layar

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Zainudin Amali, mengapresiasi sistem pembinaan PP PBSI usai sukses memulangkan Piala Thomas ke Indonesia. Amali menilai persiapan induk bulutangkis Tanah Air itu menuju Olimpiade Paris 2024 semakin menunjukkan progres positif.

Seperti diketahui, Indonesia baru saja menyabet Piala Thomas usai mengandaskan China di partai final dengan skor 3-0. Raihan ini menjadi yang ke-14 bagi Indonesia sepanjang perhelatan turnamen beregu putra tersebut.

Torehan juara ini sekaligus menyudahi puasa gelar Piala Thomas yang sudah bertahan selama 19 tahun. Terakhir kali Indonesia jadi yang terbaik di turnamen ini pada 2002 silam.

Kala itu, Tim Merah Putih mengalahkan Malaysia di partai puncak dengan skor ketat 3-2. Hendrawan dari sektor tunggal putra jadi penentu kemenangan Indonesia kala itu.

"Cabor bulutangkis telah mengarah pada pembinaan yang berjenjang, berkelanjutan dan sistematis. Guna persiapan Indonesia menuju Olimpiade Paris 2024 mendatang," kata pria asal Gorontalo dikutip situs resmi Kemenpora.

Menpora Amali menilai, PBSI saat ini sudah bergerak kearah pembinaan atlet elite nasional, sehingga ukuran Olimpiade, Piala Thomas-Uber, dan All England menjadi pantauan pemerintah sejauh mana pembinaan bulutangkis ini yang ditempatkan dalam cabor unggulan pertama dalam DBON.

"Untuk mendapatkan talenta atlet dengan performa tinggi dibutuhkan waktu panjang setidaknya 10 ribu jam atau 10 tahun. Saya selalu melihat bagaimana progres ini berjalan untuk menunjang DBON dan persiapan Olimpiade Paris 2024 mendatang," jelas dia.