Mengukir Asa Menuju Pelatnas Lewat Akmil Open 2021

Tunggal putri Indonesia, Fitriani
Sumber :
  • Akmil Open 2021

VIVA – Dua mantan atlet pelatnas PBSI, Fitriani dan Serena Kani, semakin menunjukkan tajinya pada Yuzu Isotonic Akmil Open 2021. Empat hari turnamen ini berjalan, keduanya menampilan performa yang cukup baik sembari berharap kembali dilirik untuk memperkuat pelatnas Cipayung.

Fitriani Dibungkam Thailand, Gagal ke Perempatfinal Malaysia Masters

Bagi Fitriani, kejuaraan yang berlangsung di GOR Djarum dan GOR Soeroto Akademi Militer magelang, Jawa Tengah, ini merupakan panggung perdana selepas penampilan terakhirnya dii Thailand Masters 2020. Dia pun mengaku harus banyak beradaptasi setelah satu setengah tahun tak berkompetisi.

Kendati sudah absen cukup lama, Fitriani yang turun dengan kostum Exist Badminton Club, terbilang masih lebih tangguh ketimbang para pesaingnya di turnamen ini. Dia pun berharap Akmil Open 2021 bisa menjadi batu pijakannya kembali bersaing menuju pelatnas.

Gasak Wakil Estonia, Fitriani ke 16 Besar Malaysia Masters 2022

Tunggal putri Indonesia, Fitriani

Photo :
  • Akmil Open 2021

"Rasanya, kayak suasana yang hilang lama terus datang lagi. Suasana tegang pasti ada. Tapi saya senang, ada kejuaraan lagi. Cuma, saya harus adaptasi lagi dengan suasana pertandingan," ujar Fitriani yang jadi unggulan pertama Tunggal Dewasa Putri Akmil Open 2021.

Malaysia Open 2022: Fitriani Digilas Tunggal Putri Thailand

Fitriani mengakui dirinya masih menjaga asa untuk dapat kembali membela "Merah Putih" di level internasional. Namun, ia tak menampik jika perjalanannya kembali ke Cipayung perlu dilalui setapak demi setapak.

"Saya ingin kembali ke diri sendiri dulu, melakukan yang terbaik untuk diri sendiri. Kalau ke depannya terkait pelatnas dan lain-lain, itu lihat nanti saja. Selama di luar, prestasi saya bagus, pasti ada kemungkinan buat dipanggil lagi ke sana," jelasnya.

Tak hanya Fitriani, asa untuk menghuni kembali pelatnas juga ditunjukkan oleh Serena Kani. Putri legenda bulutangkis Indonesia Denny Kantono ini menunjukkan kilaunya di Austrian Open 2021, Mei lalu.

Berpasangan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarini di sektor ganda putri, duo atlet PB Djarum ini sukses memboyong gelar juara usai mengalahkan ganda peringkat 29 dunia asal Malaysia, Anna Ching Yik Cheong/Yap Cheng Wen.

Ganda putri Indonesia, Serena Kani/Ni Ketut Mahadewi Istarini

Photo :
  • Akmil Open 2021

Duet keduanya kembali menunjukkan sinar di Akmil Open 2021. Kini, mereka sudah memastikan langkahnya ke babak 8 besar.

“Jujur saya mau masuk pelatnas lagi. Tapi ya semua memang harus dari diri kita sendiri mencoba semaksimal mungkin, semoga bisa masuk lagi,” tutur Serena.

Satu pebulutangkis lainnya yang juga mengukir asa untuk masuk pelatnas PBSI adalah Mutiara Ayu Puspitasari. Tunggal putri PB Djarum ini perlahan mulai menunjukkan diri menjadi yang terbaik.

Tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari

Photo :
  • Akmil Open 2021

"Saya sekarang lebih berusaha maksimal, karena di pelatnas juga persaingannya berat. Sementara Indonesia ketinggalan di sektor tunggal putri. Jadi, selama ada di klub saya mau mematangkan diri biar nanti layak masuk pelatnas," ucap Mutiara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya