Ketum PBSI Buka Suara Terkait Polemik Bonus Piala Thomas 2020

Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna
Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna, meluruskan polemik soal bonus kepada tim Piala Thomas 2020. Dia menyatakan pemain sudah menerima keputusan organisasi dan tak mempermasalahkan pembagian bonus tersebut.

Kabar miring perihal bonus Piala Thomas 2020 berawal dari sindiran Jonatan Christie cs yang meminta pemerintah Indonesia memberikan penghargaan atas keberhasilan mereka melepas puasa gelar turnamen beregu putra paling prestisius itu yang telah bertahan 19 tahun.

Tim Indonesia mengalahkan China 3-0 dalam final di Ceres Arena, Denmark, Oktober 2021 silam. Terakhir kali tim Merah Putih juara terjadi pada 2002 silam dengan mengalahkan Malaysia 3-2.

Setelah juara, Fajar Alfian cs pun menyindir pemerintah soal bonus lewat media sosial. Pada akhirnya, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengeluarkan bonus sebesar Rp10 miliar pada akhir Desember 2021 lalu.

Yang menjadi polemik, bonus itu ternyata tak hanya dibagikan kepada para atlet saja. PBSI ternyata membagi bonus tersebut untuk mendukung pembinaan dan pengembangan.

Keputusan tersebut ternyata memunculkan kekecewaan dalam benak para pebulutangkis yang merasa berperan dalam kesuksesan di Piala Thomas 2020. Beberapa diantaranya bahkan menumpahkan perasaan mereka di media sosial.

Tak ingin polemik berkepanjangan, PBSI pun akhirnya buka suara. Ketum PBSI, Agung Firman Sampurna, menyatakan masalah ini sudah terselesaikan.