Anthony Ginting Berharap All Indonesian Final di All England 2024

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting
Sumber :
  • AP Photo/Rui Vieira

Birmingham – Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berharap laga All Indonesian Final dapat tercipta pada hari terakhir turnamen All England Open 2024 esok Minggu 16 Maret 2024.

img_title Jadwal French Open 2026 Hari Ini: Jonatan Christie Tantang Ubed, 3 Duel Sesama Indonesia Tersaji

Hal itu mengacu kepada wakil Indonesia lainnya, Jonatan Christie, yang akan bertanding dalam babak semifinal hari ini, menghadapi tunggal putra India, Lakshya Sen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di final nanti, siapa pun lawannya, saya siap. Tapi pastinya berharap kita bisa menciptakan All Indonesian Final,” kata Anthony Ginting dalam keterangan singkat PP PBSI, Sabtu.

img_title Kalahkan Sang Senior, Alwi Farhan Singkirkan Jonatan Christie dan Melaju ke Perempat Final Denmark Open 2026

Di atas kertas, Jonatan unggul 2-1 atas Sen, setelah menang dua kali melalui rubber game pada perempat final Indonesia Masters 2023 dan semifinal Japan Open 2023.

Meski demikian, Ginting mengatakan penting bagi Jonatan untuk fokus terlebih dahulu pada pertandingan babak empat besar sehingga bisa tampil maksimal saat menghadapi Sen.

img_title Terpopuler: Debut Megawati di Hyundai Hillstate, Hasil Hillstate Vs Hi-Pass KOVO Cup 2026

“Tapi buat Jonatan jangan dulu terlalu fokus ke sana karena masih ada pertandingan yang harus dia jalani hari ini, semoga dia bisa bermain dengan baik, sama seperti penampilan sebelum-sebelumnya,” kata Ginting.

Ginting lalu berbicara mengenai pencapaiannya hari ini yang menang atas wakil Prancis Christo Popov melalui tiga gim 19-21, 21-5, 21-11.

Menurut Ginting, kemenangannya hari ini dipengaruhi oleh fokus dan pengaturan strategi yang baik di lapangan.

Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie

Photo :
  • Instagram PBSI

“Bisa jaga fokusnya dengan baik dari awal pertandingan sampai selesai, itu penting juga. Karena kalau bisa bermain dengan baik dan bisa menuntaskan segala permasalahan, kemungkinan berhasil lebih besar,” kata unggulan kelima tersebut.

Namun, Ginting menyayangkan tidak bisa memanfaatkan keunggulannya saat poin-poin tua, sehingga Popov mengejar ketertinggalan dan memenangkan gim pertama dengan skor ketat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di gim kedua saya coba untuk tidak memikirkan apa yang terjadi di gim pertama, tetap fokus pada strategi, tetap fokus cara bermainnya harus bagaimana untuk dapat poin demi poin,” ujar tunggal putra peringkat lima dunia tersebut.

Sementara itu, jika Ginting dan Jonatan berlaga esok, maka ini akan menjadi kesembilan kalinya dua tunggal putra  Indonesia bertemu dalam babak final turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut