Dukungan Penonton Istora Bantu Si Cantik Lewati Masa Kritis

Pebulutangkis putri Spanyol, Carolina Marin
Pebulutangkis putri Spanyol, Carolina Marin
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id - Juara bertahan Kejuaraan Dunia BWF tunggal putri, Carolina Marin, akhirnya memastikan satu tiket ke semifinal usai mengalahkan wakil China, Wang Shixian, dalam dua set langsung (21-17, 21-19). Meski berjalan hanya dalam dua set, tetapi pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2015, itu memiliki durasi waktu yang cukup panjang yakni 1 jam 6 menit.


Ketegangan terjadi di penghujung set 2. Ketika itu, Marin yang sudah unggul 18-14 mampu disusul oleh Shixian hingga keadaan berbalik menjadi 18-19. Melihat idolanya terlihat tampil menurun, penonton yang sebagian besar didominasi pendukung tuan rumah mulai meneriakkan nama gadis cantik kelahiran Huelva, Spanyol, itu. Tak ingin mengecewakan penggemar, Marin berhasil bangkit dan merebut tiga poin sisa.

"Terima kasih atas dukungan penonton, saya sangat merindukan mereka. Kita semua tahu, ketika sedang dalam posisi tertinggal pasti akan sangat sulit, tetapi ketika kita dapat dukungan tentu itu akan mudah," kata Marin usai pertandingan.

Di babak semifinal nanti, pebulutangkis berusia 22 tahun itu akan berhadapan dengan pemenang pertandingan yang melibatkan wakil India, PV Sindhu dan wakil Korsel, Sung Ji Hyun. Marin mengaku sudah memiliki persiapan guna melawan dua pebulutangkis tersebut.

Akan tetapi, yang paling diutamakannya ialah melakukan evaluasi terhadap permainan hari ini. Karena dia tidak puas terhadap beberapa kesalahan elementer yang kerapkali dilakukannya saat berhadapan dengan Shixian.

"Saya bermain cukup nyaman hari ini, tetapi memang ada beberapa kesalahan yang saya buat. Pelajarannya untuk besok ialah tidak melakukan kesalahan-kesalahan kecil lagi," tutur dia. (one)