Mengenang Final Piala Thomas 1964: Indonesia Vs Denmark

Tim Nasional Buiutangkis Indonesia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo

VIVA.co.id - Final Piala Thomas 2016 akan mempertemukan Indonesia dan Denmark untuk kelima kalinya. Kedua negara terakhir kali bertemu di final Piala Thomas 1996 di Hong Kong.

img_title Jonatan Christie Ungkap Insiden Tak Fair Play di India Open 2026, Tetap Menang dan Bicara Apa Adanya

Pada final 1996 itu, Indonesia berhasil menumbangkan Denmark dengan skor telak 5-0. Sedangkan tiga pertemuan sebelumnya berlangsung di Tokyo tahun 1964, serta di Jakarta tahun 1973 dan 1979.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kemenangan Indonesia atas Denmark terjadi pada 1964 dan merupakan sebuah duel final yang membanggakan. Para putra-putra Tanah Air menang dengan skor 5-4.

img_title Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026: Jalan Terjal Lima Wakil Indonesia Menuju Semifinal

http://badmintonindonesia.org/upload/news/d1340b9d-cec1-446a-a2e8-f3087b120032.jpg

Seperti dilansir situs PBSI, saat itu partai final memainkan sembilan nomor yang terdiri dari lima nomor tunggal dan empat nomor ganda. Final berlangsung dua hari pada 21-22 Mei 1964.

img_title Penghancur Praveen/Melati Juara German Open 2022, China Hancur Lebur

Skuad tim Thomas Indonesia 1964 diisi oleh Ferry Sonneville (playing captain), Tan Joe Hok, Eddy Jusuf, Ang Tjing Siang, Tan King Gwan, Unang, Tutang, Wok Pek Shen dan Liem Tjeng Kiang. Tim Indonesia sudah melakukan persiapan ke Piala Thomas sejak Desember 1963.

Tim berangkat menuju Tokyo 15 hari sebelum pertandingan dimulai karena mesti menempuh perjalanan dengan kapal laut. Sekitar 2500 supporter memadati Municipal Stadium, stadion tempat dilangsungkannya Piala Thomas 1964.

Supporter terdiri dari pelajar Indonesia di Jepang dan banyak juga yang datang dari Indonesia khusus mendukung tim Thomas di Tokyo. Di hari pertama, Indonesia dan Denmark sama kuat 2-2.

Tim Indonesia pulang ke tempat menginap saat itu di Wisma Indonesia, diselimuti ketegangan akan hasil besok.Pada hari kedua, Kops kali ini menantang Ferry Soneville.

Sebuah kisah mengharukan terjadi pada laga ini. Ferry saat itu ketinggalan 6-14, satu angka lagi, Indonesia ketinggalan 2-3. Tetapi Ferry tak putus asa.

Perlahan Ferry menambah angka dan menyamakan kedudukan 14-14, hingga akhirnya menang 17-14. Di partai kedelapan, terjadi sebuah insiden kala pasangan Unang/King Gwan berhadapan dengan Henning Borch/Erland Kops.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di awal game kedua, pasangan Denmark mengajukan protes karena merasa terganggu dengan bisingnya supporter Indonesia. Kops meminta rekannya untuk protes dan panitia menegur supporter Indonesia.

Pertandingan pun dilanjutkan. Baru kedudukan 1-0, Kops ternyata masih tidak puas, ia lalu mendatangi sendiri meja panitia, akhirnya petugas kepolisian setempat dikerahkan untuk menenangkan supporter Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut