Ada Apa dengan Mental Pebulutangkis Indonesia?

Pebulutangkis Tunggal Putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA.co.id – Judul di atas adalah sebuah pertanyaan yang layak dijadikan pekerjaan rumah bagi organisasi induk bulutangkis Indonesia, PBSI, menilik hasil dari turnamen BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016.

img_title Jonatan Christie Ungkap Insiden Tak Fair Play di India Open 2026, Tetap Menang dan Bicara Apa Adanya

Bermain di kandang sendiri ditambah dukungan yang luar biasa, tak bisa membuat para Arjuna dan Srikandi bulutangkis Indonesia bermain dengan kenyamanan yang seharusnya mereka rasakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari semua atlet Indonesia yang tersingkir, keluhan yang mereka sampaikan menunjukkan kurangnya mental bertanding dengan harapan besar dari seluruh warga Indonesia, ditambah psikis yang belum menemukan kata nyetel.

img_title Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026: Jalan Terjal Lima Wakil Indonesia Menuju Semifinal

Dari lima partai yang dimainkan wakil Indonesia di fase perempatfinal, hanya Ihsan Maulana Mustofa yang melaju ke semifinal. Satu-satunya wakil tuan rumah itu pun akhirnya gagal ke final setelah kalah dari jagoan Malaysia, Lee Chong Wei.

Empat wakil lain, di antaranya dua dari ganda putri, Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut, Mahadewi Istirani, ganda campuran Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika, dan tunggal putra Jonatan Christie, kandas di babak delapan besar kemarin.

img_title Penghancur Praveen/Melati Juara German Open 2022, China Hancur Lebur

Faktor yang menyebabkan kekalahan mereka pun senada. Kurang tenang.

Ya, pasangan Tiara/Rizki merasakan kepercayaan diri berlebih. Mereka sempat mencapai angka 20, perlu satu angka lagi untuk menyelesaikan game. Namun, alih-alih main ngotot mau buru-buru menang, justru lawan mereka, pasangan Belanda, Eefje Muskens dan Selena Piek yang keluar sebagai pemenang.

"Penonton luar biasa, mereka berteriak terus menyemangati kami. Tapi kami justru kebawa suasana, jadi nafsu untuk menyelesaikan game, tapi malah membuat kesalahan-kesalahan sendiri. Sedih banget," itu kalimat yang diutarakan Tiara usai laga.

Sindrom 'over pede' juga menular ke pasangan berikut di ganda campuran, Alfian Eko Prasetya dan Annisa Saufika. Tiga game dalam 53 menit, akhirnya menjadi milik pasangan tim lawan asal China, Zhang nan dan Zhao Yunlei. Padahal, pasangan Indonesia sempat berada di atas angin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasca pertandingan, Alfian mengatakan, "Saat kami memimpin, kami bermain terburu-buru, sampai akhirnya kami terkejar".

Kompak dengan dua pelaku dua pertandingan di atas, ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istirani dan Anggia Shitta Awanda, dan unggulan tunggal putra, Jonatan Christie juga merasakan hal yang sama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut