Koreksi Kesalahan Foto di VIVA.co.id

Koreksi kesalahan foto pada VIVA.co.id
Koreksi kesalahan foto pada VIVA.co.id
Sumber :

VIVAnews—Redaksi VIVA.co.id telah keliru memasang foto dalam artikel Hoax, Pengungsi Kelud Kena Gas Beracun, yang tayang pada Sabtu, 15 Februari 2014 pada pukul 20.37, dan Pengungsi Gunung Kelud "Darurat" MCK dan Logistik (Jumat, 14 Februari 2014, 21:57).

Setelah menerima keluhan dan komentar pembaca di jalur media sosial Twitter dan Facebook, redaksi melakukan pengecekan, dan menemukan dua kesalahan fatal dari foto yang ditayangkan pada dua artikel itu.

Pertama, foto bergambar seorang perempuan berwajah penuh debu yang menjadi ilustrasi artikel itu belakangan diketahui sebagai karya fotografer KOMPAS Ferganata Indra Riatmoko, dan bukan karya Tudji Murtuji, kontributor VIVAnews yang berbasis di Surabaya.

Redaksi di Jakarta memang mengirimkan Tudji ke Kediri, Jawa Timur, untuk meliput musibah bencana meletusnya Gunung Kelud. Foto bermasalah itu dikirimkan ke redaksi berikut laporan teks seperti biasanya, dan editor di Jakarta mengunggahnya ke laman VIVA.co.id. Karena tak disebutkan berasal dari sumber lain, pada kredit foto tertulis nama Tudji. Redaksi di Jakarta melakukan pengecekan asal usul kesalahan itu, dan Tudji mengakui jika foto itu bukan karya dia, tapi diperolehnya dari sumber lain namun luput diberitahukan kepada redaksi.

Kedua, yang lebih fatal, foto itu juga disebut-sebut di media sosial sebagai foto pengungsi musibah meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta pada 2010, dan bukannya pengungsi dari peristiwa meletusnya Gunung Kelud.

Atas kesalahan itu, redaksi VIVA.co.id segera mengambil tindakan mengganti foto bermasalah itu dengan foto lain, kurang lebih sejam setelah kekeliruan itu diketahui. Untuk kepentingan evaluasi internal, kantor redaksi di Jakarta telah meminta kontributor Tudji Murtuji membuat laporan lengkap terkait kesalahan yang terjadi.

Dengan ini redaksi VIVA.co.id meminta maaf khususnya kepada fotografer KOMPAS Ferganata Indra Riatmoko, serta para pembaca umumnya. Kesalahan ini terjadi karena redaksi luput melakukan recheck atas keaslian dan akurasi peristiwa yang terkait foto itu.

Pengalaman ini kami catat, dan kami terima sebagai pelajaran, demi menjaga komitmen layanan informasi seakurat mungkin kepada para pembaca.