VIVAnews. Menyaksikan konflik politik bisa jadi tak ada bedanya dengan menonton film Bollywood. Berbagai adegan bisa saja muncul. Mulai dari opera sabun yang penuh intrik nan membosankan, aksi laga yang mendebarkan, sampai komedi yang menggelikan.
Pertunjukkan ala film Bollywood tersebut tengah terlihat jelas di Thailand. Filmnya berjudul "Samak di Ujung Tanduk" dengan latar belakang huru-hara politik di Thailand, yang sejak setahun terakhir kembali berada di alam demokrasi setelah sempat di bawah cengkeraman militer.
Pemeran utamanya tentu saja Perdana Menteri Samak Sundaravej, yang dicitrakan sebagai tokoh antagonis. Sedangkan para pemeran pembantu adalah para politisi dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang mendukungnya dan Partai Aliansi Demokrasi (PAD) yang menentang Samak habis-habisan.
Namun tiket pertunjukan teater tersebut harus dibayar sangat mahal oleh rakyat Thailand sendiri. Sebagai penonton, mereka hanya bisa geram dan pasrah menyaksikan drama politik tersebut sampai membuat bisnis mereka lumpuh dan penghasilan mereka menurun.
Awalnya para politisi tersebut saling gontok-gontokan sejak awal tahun ini. Samak dikecam habis-habisan oleh oposisi karena gayanya yang arogan dan mengangkat teman-temannya yang bermasalah dengan hukum menjadi pejabat-pejabat penting. Sebelum menjadi perdana menteri, Samak pun dikenal sebagai pejabat yang kontroversial.
Saat masih menjadi deputi perdana menteri tahun 1992, Samak membenarkan langkah militer yang memberantas aksi para mahasiswa pro-demokrasi dengan pembantaian. Dia juga dikenal sebagai kroni mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang dikenal sebagai pemimpin yang korup dan penjual aset negara.
Pertunjukan berlanjut menjadi adegan yang mencemaskan setelah melihat konflik politik di parlemen berlanjut pada aksi jalanan. Aksi yang digalang para oposisi asal partai PAD tersebut dilakukan dalam bentuk rangkaian protes yang diwarnai baku hantam dan aksi mogok kerja yang melumpuhkan ekonomi Thailand.
Namun awal pekan ini pertunjukan teater tersebut berubah menggelikan. Ini menyangkut kebiasaan Samak yang gemar memasak. Tak berhasil menggoyang Samak dari kursi perdana melalui aksi jalanan, kubu oposisi juga menempuh cara yang elegan dengan mengadukan politisi berusia 72 tahun tersebut ke meja hijau.