"Klaas Action" untuk Roma

VIVAnews – Klaas Jan Huntelaar rupanya masih saja diincar klub Italia, AS Roma. Pemain Ajax Amsterdam ini kembali jadi target utama Giallorossi di transfer window kedua, Januari 2009.

Sudah hampir satu tahun ini Klaas dikabarkan hengkang ke Roma. Namun manajemen Ajax masih mengikat The Hunter karena belum punya pengganti di posisinya. 

Keinginan Roma ini disampaikan konslutan transfer, Alberto Faccini. Mantan pemain Roma itu sudah mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk memboyong Klass ke ibukota Italia.

“Belum ada tawaran konkret untuk Klaas, tapi saya yakin ia akan mempertimbangkan penawaran musim dingin nanti,” ujar Faccini seperti dilansir Power Station.

Roma makin getol berburu pemain baru untuk memenuhi skuadnya. Maklum, dalam lanjutan liga domestik maupun Liga Champions, Runner-Up Seria A musim lalu itu sedang terpuruk. Ditahan imbang 1-1 melawan Napoli di Olimpico dan dihancurkan Palermo 3-1 di Renzo Barbera Stadion. Puncaknya, ditahan imbang klub debutan Liga Champions, Cluj, 0-0 di depan publik sendiri.
 
Meski akhirnya menang 3-0 atas Reggina akhir minggu lalu, kritik dari pencinta Giallorossi masih juga berdatangan. Presiden Rosella Sensi sampai meminta pasukan i Lupi melakukan aksi tutup mulut pada media massa. Hanya pelatih Luciano Spaletti yang diizinkan buka suara pada para kuli tinta. Hal ini dilakukan satu-satunya wanita presiden klub di Italia itu karena kritikan yang terlau tajam dari media terhadap Roma.

Bila ingin mendapatkan The Hunter, Giallorossi harus lekas bergerak. Pasalnya, Real Madrid juga sudah mengincar pemain 25 tahun itu sejak pra musim 2008-2009. Belum lagi Manchester City yang bahkan sudah membuka harga £ 20 juta sejak 1 September lalu.

img_title Sarwendah Ngamuk Cicilan Rumah Mewah Cipete Dibebankan Kepadanya, Sebut Ruben Onsu Tak Tanggung Jawab
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk.

Dorong Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan di Tanah Papua, Wamendagri Ribka Haluk: Masyarakat Ingin Perdamaian

Wamendagri Ribka menjelaskan, pendekatan geokultural menjadi penting karena Papua memiliki keragaman suku, bahasa, adat istiadat, dan struktur sosial yang perlu dipahami.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut