Aburizal Bakrie
- Istimewa
Utang yang ditanggung jauh lebih besar ketimbang aset yang dimilikinya. Bahkan, kepemilikan saham di PT Bakrie Brothers, dari yang semula mayoritas menjadi minoritas, dengan sisa kepemilikan 2,5 persen.Â
Pada tahun 2001, ARB bangkit lagi. Dia berhasil membawa kembali kejayaan Bakrie Brother. Di Puncak kariernya di dunia bisnis, pada tahun 2004, dia mengakhiri memimpin Kelompok Usaha Bakrie. Â
Berkat sukses menahkodai Bakrie Brothers, ARB dinobatkan oleh majalah Forbes Asia pada 2007 sebagai orang terkaya di Indonesia dan setahun kemudian menurut majalah Globe Asia pada tahun 2008, ARB orang terkaya di Asia Tenggara.
Di tengah proses kebangkitan kembali bisnis keluarganya, kehidupan ARB berubah. Ia meninggalkan dunia usaha dan masuk ke pemerintahan. Â
Pada Oktober 2004, ARB dilantik sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Setelah lebih setahun sebagai Menko Perekonomian, ARB beralih tugas menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) hingga 2009.Â
Menjelang berakhirnya masa bakti kabinet pertama Presiden SBY pada Oktober 2004-2009, ARB memutuskan untuk terjun langsung dalam dunia politik kepartaian. Pada Munas Golkar di Pekanbaru, Riau, ARB terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2009-2014. Dalam masa kepemimpinannya, dia sempat maju sebagai bakal calon presiden 2015.Â
Setelah lima tahun memimpim Golkar, ARB diminta kembali untuk menjadi Ketua Umum Golkar. Pada Munas Golkar di Bali, ARB dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Golkar periode 2015-2020. Namun, dalam waktu bersamaan ada munas Golkar di Jakarta yang memilih Agung Laksono.
Konflik kepengurusan anatara hasil munas Bali da Jakarta berlanjut ke pengadilan. Mahkamah Agung (MA) akhirnya memutuskan yang sah kepngurusan ARB hasil Munas Bali. Meski begitu, ARB secara legowo menyetujui Munas luar biasa gabungan antara Bali dan Jakarta.
Pada Munaslub Golkar di Bali, pada 2016, Setya Novanto terplilih menjadi Ketua Umum DPP Golkar dan ARB didaulat oleh peserta Munaslub untuk mejadi Ketua Dewan Pembina Golkar periode 2016-2019. Kehidupan ARB penuh warna. Konflik dan perjuangan selalu menghampirinya. Meski ia sudah total di dunia politik, ia tetap dikenal sebagai seorang pengusaha nasional.
Â