Nadine Chandrawinata
- VIVA.co.id/ Nuvola Gloria
Sebuah peristiwa kelam terjadi pada 19 Juli 2006 saat Nadine dilaporkan oleh Mujahidah (anggota FPI) ke Polda Metro Jaya atas keikut-sertaannya di ajang Miss Universe 2006. Ia dituduh melanggar pasal 281 KUHP tentang kesusilaan. Kuasa hukum Mujahidah FPI, Sugito SH, tak hanya melaporkan dia saja, tetapi juga orang-orang yang terlibat dalam acara itu. Sugito juga menyatakan, pemberangkatan Nadine ke ajang Miss Universe telah melanggar surat keputusan Mendikbud RI nomor 02/U/1984 tentang pengadaan kontes pemilihan ratu dan sejenisnya.
Selain hal itu Sugito juga menganggap pengiriman Nadine telah melanggar pasal 281 tentang pelanggaran kesusilaan dan 169 KUHP tentang perkumpulan untuk maksud jahat. Orang-orang yang dilaporkan itu adalah Mooryati Soedibyo, Wardiman Djojonegoro, Mega Angkasa, Kusuma Dewi, dan Putri Indonesia 2004 Artika Sari Devi. Kasus ini menguap begitu saja seiring dengan karir Nadine yang makin mencorong.
Pada medio tahun 2009, sebuah tawaran untuk bermain dalam film musikal berjudul “Generasi Biru” yang melibatkan grup band Slank diambil Nadine Chandrawinta. Film itu disutradarai oleh sutradara kenamaan Garin Nugroho. Walaupun tidak sukses, film ini memperlihatkan akting menawan Nadine. Film yang berdialog jarang ini menjadi sebuah pembuktian bagi Nadine untuk terus eksis di dunia hiburan.
Sebelumnya Nadine sempat ikut bermain dalam “Mati Suri”, sebuah proyek horror produksi Maxima yang diarahkan oleh sutradara video klip Rizal Mantovani. Film ini gagal total saat edar di pasar. Sampai kini Nadine belum menerima tawaran bermain film.
Kegiatan terbaru Nadine Chandrawinta rupanya kini berfokus seputar pembelajaran bahasa Inggris. Setelah sempat kepleset lidah di ajang Miss Universe 2006, Nadine kini getol mempelajari bahasa universal itu. Dia mengaku memang kemampuannya dalam berbahasa Inggris sangat minim.
Agar menghayati bahasa Inggris secara benar dan cepat, Nadine mengaku belajar dari native speaker yang kemampuannya tidak diragukan lagi. Sebagai pembuktian akan pembelajaran bahasa Inggrisnya pada medio akhir tahun 2009 dia sempat merilis sebuah buku bertajuk “Nadine Labour of Love” yang bercerita tentang indahnya alam bawah laut Bali dan Bunaken. Buku ini menurit rencana akan dipromosikan ke 23 negara.